***Komitmen Muslim Sejati*** :: January :: 2007

***Komitmen Muslim Sejati***

January 18, 2007

Selamat Tahun Baru 1428 H

Muharram telah menyambut kita. Begitu mesra penuh optimis ia menyapa kita. Dengan penuh senyum ia katakan:

Welcome …….
Ahlan wa sahlan …….
Selamat datang ……

Wahai hamba yang penuh harapan. Harapan tuk selalu mendapat Ridho-Nya

Bagimana dengan kita? Apakah sudah siap memasuki pintunya?

Apapun, dimanapun dan siapapun diri kita pasti ingin lebih baik dari pada tahun lalu. Kita tahu ada 3 momen waktu yang selalu mengiringi perjalanan hidup manusia, masa lalu, saat ini, dan masa depan atau kemarin, sekarang dan esok hari. Masa lalu biarlah berlalu karena ia tak akan pernah kembali. Apapun yang menimpa kita di masa lalu tak kan pernah bisa kita ubah. Kesempatan yang kita sia-siakan  tak akan pernah kembali. Amanah waktu di masa lalu tak bisa kita minta kembali. Mari kita jadikan semua yang berlalu dari kita, sebagai bahan instropeksi dan muhasabah. Kita ambil semua itu untuk perbaikan di waktu yang akan datang.

Apa yang telah kita perbuat tahun lalu?

Bagimana dengan sholat kita, puasa kita, zakat kita dan seluruh ibadah kita?

Saat Allah dan para malaikat turun ke bumi mengunjungi hamba-hambaNya yang bermunajat, berdo’a dan mohon ampun, sedang apa diri kita?

Saat adzan berkumandang kemana kita melangkahkan kaki?

Saat kita ditimpa masibah, apa yang kita lakukan?

Saat kita diberi nikmat oleh Allah, apa yang kita lakukan?

Berapa ayat Al-Qur’an tiap hari kita baca?

Berapa banyak kita sebut asma Allah dalam dzikir?

Berapa banyak kita baca sholawat atas Nabi Muhammad SAW?

Berapa banyak kita berpuasa sunnah dalam sebulan?
Berapa banyak shodaqoh yang kita berikan pada yang berhak?
Berapa sering kita mengkaji ilmu-ilmu Allah dalam majlis ta’lim?

Sudahkah kita memberikan manfaat bagi Saudara-saudara kita?

Sudahkan kita persiapkan masa depan kita yang sebenrnya?

Masa depan adalah sesuatu yang ghaib. Siapapun kita tidak akan pernah mengetahui masa itu. Tahun depan, bulan depan, esok hari bahkan sedetik kemudian kita tidak pernah sanggup mengetahui apa yang akan kita alami

Waktu kita yang sebenarnya adalah hari ini, saat ini, detik ini. Itulah milik kita, yang telah diamanahkan oleh  Sang Pemilik Waktu kepada kita. Sungguh rugi besar jika kita selalu sia-siakan waktu kita.

Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia adalah orang yang celaka, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka ia adalah orang yang rugi dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka ia adalah orang yang beruntung.

Selamat Tahun Baru 1428 H…… Semoga kita menjadi lebih baik. Taqobbal Allahu minna wa minkum, sholatana wa sholatakum, shiyamana wa shiyamakum, kulla ibadatina wa kulla ibadatikum. Kullu ‘ammin wa antum bikhoir

Muhamad Mujari < arieatsari@gmail.com > <1 Muharram 1428H>

Siap Nikah……

Buat temen-temen yang dah nikah atau yg akan nikah


1.ketika akan menikah
janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2.ketika melamar
anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada allah melalui orangtua/wali si gadis.

3.ketika akad nikah
anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan allah.

4.ketika resepsi pernikahan
catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.

5.sejak malam pertama
bersyukur dan bersabarlah
anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6.selama menempuh hidup berkeluarga
sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri

7.ketika biduk rumah tangga oleng
jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegangan tangan.

8.ketika belum memiliki anak
cintailah isteri atau suami anda 100%.

9.ketika telah memiliki anak
jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.ketika ekonomi keluarga belum membaik
yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.ketika ekonomi membaik
jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12.ketika anda adalah suami
boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.

13.ketika anda adalah isteri
tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.ketika mendidik anak
jangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.

15.ketika anak bermasalah
yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orangtuanya.

16.ketika ada pil
jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.

17.ketika ada wil
jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.ketika memilih potret keluarga
pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.
19.ketika ingin langgeng harmonis
gunakanlah formula 6 k :
ketaqwaan
kasih sayang
kesetiaan
komunikasi dialogis
keterbukaan
kejujuran

January 17, 2007

Syukur

Anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa Anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun Anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan dan kpenyesalan.

Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur, semakin banyak anda menerima. Semakin banyak anda mengingkari (kufur), semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda.

Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan, lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan, lalu mensyukurinya. Karena, anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda

Sholluu kamaa roaitumunii ushollii…

TAKBIR

Rasul bersabda:
Idza qumta ilaa al-sholaati fa asbighi al-wudhu’a tsumma istaqbili al-qiblata fakabbir
Jika kalian hendak shalat maka sempurnakanlah wudhu kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah (HR Bukhori-Muslim)
Tata cara takbir dan mengangkat tangan
1.  Mengangkat tangan bersama ucapan takbir (HR Bukhori) atau terkadang mengangkat tangan sesudah mengucapkan takbir (HR Bukhori) atau mengangkat tangan sebelum mengucapkan takbir (HR Bukhori)
2.  Mengangkat kedua tangan dengan membuka jari-jari lurus ke atas tidak merenggangkan dan tidak pula menggenggamnya (HR Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dll)
3. Mengangkat kedua tangan sejajar bahu namun kadang kala Beliau mengangkatnya sejajar dengan daun telinga (HR Bukhori)

SEDEKAP

Rasulullah saw meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya (HR Bukhori) dan bersedekap di dada (HR Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah)
Rasulullah saw meletakkan tangan kanan pada punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya (HR Abu Dawud dan Nasai)
Rasulullah saw  terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada hasta kirinya (HR Nasai’i dan Daruquthni) (more…)

Successful Life

1. Pursue achievable goals

2. Keep a Genuine Smile

3. Share with others

4. Help the neighbors

5. Maintain a youthful spirit

6. Get along with the rich, the poor, the beautiful, and the ugly

7. Keep cool under pressure

8. Lighten the atmosphere with humor

9. Forgive the annoyance of others

10. Have few pals

11. Cooperate and reap greater reward

12. Treasure every moment with your loved ones

13. Have high confidence in yourself

14. Respect the disadvantages

15. Indulge yourself occasionally

16. Surf the net at leisure

17. Take calculate risks

18. Understand “Money isn’t” everything

If I say “Ana uhibbuki……”

Yaa Allah…

Saat aku menyukai seorang teman, ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir, sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Yaa Allah…

Ketika aku merindukan seorang kekasih, rindukanlah aku pada sosok yang rindu Cinta Sejati-Mu, agar kerinduanku terhadap-Mu semakin manjadi

Yaa Allah…

Jika aku hendak mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu, agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Yaa Allah…

Ketika aku sedang jatuh cinta, jagalah cinta itu, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Yaa Allah…

Ketika aku harus berucap "I lLove You…. Ana Uhibbuki…. Saya cinta padamu…" biarlah kukatakan pada yang hatinya tertaut padaMu, agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa, dicintai seseorang adalah sesuatu…, dicintai seseorang yang kau cintai sangatlah berarti, tetapi… dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

Dari yang rindu cinta sejati-Mu

Jadwal Puasa Sunnah 2007

1. Puasa Senin dan Kamis

2. Puasa 3 hari setiap bulan (yaumul biidh), tgl 13,14,15 Hijriyyah

   Dapat Anda laksanakan pada:

   a. 4,5 Januari 2007/Dzulhijjah 1427H (Tgl 3 Januari bertepatan dgn hari tasyriq 13 Dzulhijjah, ngga’ boleh puasa)

   b. 1,2,3 Februari 2007/Muharram 1428H

   c. 3,4,5 Maret 2007/Shafar 1428H

   d. 1,2,3 April 2007/Rabi’ul Awwal 1428H

   e. 1,2,3 Mei 2007/Rabi’ul Akhir 1428H

   f. 30,31Mei&1Juni 2007/Jumadil Awwal 1428H

   g. 28,29,30Juni 2007/Jumadil Akhir 1428H

   h. 28,29,30 Juli 2007/Rajab 1428H

   i. 26,27,28 Agustus 2007/Sya’ban 1428H

      Puasa ramadhan 1428H : 13 Sept - 12 Okt 2007

   j. 25,26,27 Oktober 2007/Syawwal 1428H

   k. 23,24,25 November 2007/Dzulqo’dah 1428H

   l. 24,25 Desember 2007/Dzulhijjah (Tgl 23 Desember 2007 bertepatan dgn hari Taryriq-13Dzulhijjah 1428H, ga’ boleh puasa)

3. Puasa ‘arofah 9 Dzulhijjah, bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji, bertepatan dengan tgl 19 Desember 2007 /Dzulhijjah 1428H

4. Puasa bulan Muharram 9,10,11 Muharram (sangat dianjurkan tgl 9 dan 10 Dzulhijjah/Tasu’a dan ‘Asyura). Dapat Anda laksanakan pada tgl 28,29,30 Januari 2007/Muharram 1428H

5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban, antara 14 Agustus-12 September 2007

6. Puasa 6 hari bulan Syawwal, antara 14 Oktober-10 November 2007 (Ingat, ga’ boleh puasa pada tgl 1 Syawwal)

7. Puasa Dawud, berpuasa selang seling, berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.

Referensi:

Minhajul Muslim karya Abu bakr Al-Jaiziri

Fiqhus sunnah, Sayyid Sabiq

Kalender 2007 terbitan Gema Insani

January 16, 2007

Mau tau saya???

muja_lup2edit.jpg


Mujari.jpg
mm.jpg
M_WisudaUGM.jpg
M_PP.jpg
aRnD.jpg
MM_Adikku.jpg
M_Adikku1.jpg
M_Friends.jpg

MUHAMAD MUJARI, S.T.
Engineer of Solar Energy
PT. Korindo Heavy Industry

Current Address:
Jl. Raya Serang KM.31 Balaraja Tangerang Banten 15610

Origin Address:
Kalinanas RT.03/02, Japah, Blora, Central Java

Contact:
021 5950xxx (office)
081328853xxx (mobile)

Email Address:
mmujari@korindo.co.id
arieatsari@yahoo.com
arieatsari@gmail.com

Interest:
Reading, Computing, Tilawah Qur’an

Objectives
Hard worker, fast learner, highly self motivated, dynamics, good analytical skill, able to work in team or independent also in under pressure due to deadline

Technical Skills (Instrumentation and Computer System):
MS Office (Word, Excel, Powerpoint, Publisher, Visio); Design Graphics (AutoCad, CorelDraw, Photoshop, Paint, PageMaker); Programming (bahasa C++); Mathlab; Internet; Web Design (Dreamweaver, Front Page, Fireworks)

Educational Background:
TK Pertiwi Kalinanas (1989-1990)
SDN Kalinanas I (1990-1996)
SLTP N Sumber – Rembang (1996-1999)
SMU N Sulang – Rembang (1999-2002)
Gadjah Mada University, Physics Engineering Department, Faculty of Engineering (2002-2006)

Experiences:
Staff of Research and Development (R&D), Solar Energy Division, PT. Korindo Heavy Industry
Lecture Assistant of System Dinamics Subject
Assistant of Research for Coolbox Research and Project from Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (DKP-RI)

Organizational Experiences:
Chairman of OSIS Junior High School, SLTP N Sumber
Chairman of OSIS Senior High School, SMU N Sulang
Chairman of KaMdz (Keluarga Muslim Adz-Dzarrah), Physics Engineering
Chairman of Dewan Pelaksana Harian (DPH), Masjid Nurul Iman, Blimbingsari, Yogyakarta
Committee of Seminar Nasional Energi, Engineering Physics Student Association-Gadjah Mada University

Academic Achievement:
Nominator Pemenang Grand Karya Inovasi Mahasiswa (GKI), DUE Like Project (2005)
Peserta Olimpiade Matematika Se-Jawa Tengah-UNDIP (2002/2002)
Peserta Olimpiade Fisika tingkat Nasional-SMU Taruna Nusantara Magelang (2001/2002)
Siswa Teladan III Tingkat SMU se Kabupaten Rembang (2001/2002)

*** ***
More detailed klik about me

Siapa paling Jelek???

Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus.", kata Kyai.
"Baik pak Kyai, apa pertanyaannya?"
"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari.", jawab Kyai.
Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.
Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, "Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus." Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah SWT memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah. Dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah, bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.
Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dan sebagainya. Santri bergumam, "Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi." Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat. Kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka. Aku tidak lebih baik dari anjing itu."
Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku?"
"Sudah guru", santri menjawab. "Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru."
Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus."
Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/makhluk lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yang sama-sama ciptaan Allah SWT. www.kotasantri.com

Sepenggal Perjalanan Dakwah

Terkadang kita harus mengerutkan dahi melihat fakta yang ada dalam medan da’wah ini. Ternyata banyak sekali pernak-pernik dan warna-warni yang menyertainya, sehingga menambah keindahan perjalanan da’wah itu sendiri. Tetapi tidak semua aktivis da’wah dapat menikmatinya. Keindahan itu hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memahami makna da’wah yang haqiqi. Bukan mereka yang membungkus da’wah dengan kamuflase duniawi belaka.

Pernak-pernik dan warna-warni perjalanan da’wah tersebut mampu mencetak pribadi aktivis da’wah menjadi sensitif terhadap segala kondisi dan keadaan. Setiap masalah yang ada mereka sikapi dengan arif dan bijaksana. Tidak dengan emosi dan tinggi hati.

Segenap hati dan pribadinya telah dipersiapkan seoptimal mungkin sebelum mereka terjun dalam lika-liku da’wah. Sifat sabar, syukur, arif, bijak, dan rendah hati senantiasa menghiasi pribadinya yang suci. Sehingga apapun yang merintangi perjalan da’wahnya pasti mendapatkan solusi. Dan hal itulah yang justru mendorongnya untuk tetap bersemangat, meskipun terkadang mereka harus berkorban harta dan jiwa. 

Objek Da’wah

Kita harus menyadari bahwa objek da’wah yang sesungguhnya bukanlah di masjid, mushola, majlis ta’lim, pondok pesantren dan sebagainya. Tetapi objek da’wah yang sesungguhnya adalah di tempat-tempat yang gelap—tempat-tempat yang penuh maksiat, dosa dan kemunkaran. Diskotik, minuman keras, narkotika, perjudian dan sejenisnya itulah yang ada di sana.

Di tempat-tempat tersebut kita akan menghadapi orang-orang yang benar-benar buta terhadap ajaran Alloh swt. Orang-orang yang sulit menerima nasihat, ceramah dan bimbingan. Tetapi itulah realita yang ada di sekitar kita. Kita tidak boleh angkat tangan begitu saja melihat semua itu dengan berdalih saya kan sudah taat. Lagipula jika saya menda’wahinya pasti mereka tidak akan menerima.

To be continued..

Waktu & Buku

“WAKTU”
Waktu Anda adalah HARI INI,
BESOK belum tentu milik Anda
Maka jangan sia-siakan sedikitpun waktu yang ada
Waspadalah terhadap kata “NANTI”, sikap menangguhkan pekerjaan dan sikap menunda kewajiban karena semua itu adalah awal dari kegagalan
Jika Anda berada pada pagi hari, jangan tunggu sampai petang hari
Jalanilah hidup Anda untuk hari ini
Dan pusatkanlah perhatian Anda untuk memperbaiki keadaan hari Anda

“BUKU”

Sesuatu yang lebih indah dari pada istana dan rumah mewah adalah BUKU yang dapat membuka pengertian, menyenangkan hati, menghibur jiwa, melapangkan dada dan mengembangkan pemikiran
Buku adalah sebaik-baik teman, oleh karena itu tekunilah dalam membaca buku
Banyak bergaullah dengan orang-orang yang berilmu
Dan bertemanlah dengan orang-orang yang mengenal ALLOH

Sapa hangat buat Saudaraku

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudara seperjuangan
Sejenak mari kita “kembali” pada suatu peristiwa yang telah mempertemukan kita bersama sebagai seorang saudara.  Suatu momen yang dengannya kita telah berproses bersama di dalamnya.  Berproses untuk menjalani aktifitas bersama untuk mencapi tujuan bersama. Yach…., di sana kita berkerja bersama, berlatih bersama, bercengkrama bersama, makan, minum dan tidurpun bersama dalam “satu wadah” layaknya sebuah keluarga. Suasana penuh keakraban, canda dan tawa telah kita lalui, sehingga menorehkan kenangan yang tak terkira
Saudara
Selama dalam kebersamaan itu akhirnya kitapun tahu siapa diri kita yang sebenarnya. Kita saling tahu sifat dan kepribadian dari Saudara-saudara kita yang lain. Bahkan mungkin yang paling ‘dalam’ pun kita tahu. Terkadang ingin rasanya bibir ini tersenyum melihat itu semua. Bukan lucu tetapi penuh keunikan. Ya…..itulah manusia

Saudara

Apapun kondisi saudara kita itulah “dia”. Kita lihat dia adalah sosok yang penuh kelebihan tetapi juga tersimpan kekurangan di dalamnya. Sungguh unik…… Sekali lagi itulah manusia. Mari kita sikapi semua itu dengan penuh kewajaran, tidak perlu berlebihan. Jika kita lihat diri kita punya kelebihan, jangan lupa diri dan sombong karena di balik kelebihan itu banyak kekurangan yang kita miliki. Jika kita lihat Saudara kita ada kekurangan tidak perlu tertalu didramatisir karena yakinlah, di balik kekurangannya itu tersimpan mutiara kelebihan yang amat banyak yang tidak kita miliki.

Saudara

Kita semua sama, “manusia” yang senantiasa berusaha menjadi hamba Alloh “seperti apa yang dikehendaki-Nya”. Kelebihan dan kekurangan hendaknya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk menjalin ukhuwah. Justru sebaliknya, menjadi media efektif untuk saling berbagi, saling mengingatkan dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Belum tentu kita yang seolah sudah ‘aalim, baik, rajin ngaji, tekun ke mesjid adalah lebih baik dari saudara kita yang lain. Sebaliknya belum tentu kita yang merasa bodoh, tak tahu agama, hina, kotor dan rendah adalah lebih buruk dari saudara kita yang lain. Semua kita berproses, berproses dan terus berproses, menuju hidup dan kehidupan yang lebih baik dalam bingkai Ridho Ilahi. Maka mari terus berproses untuk memperbaiki diri. Jangan merasa tak ada jalan menuju kebaikan. Man jadda wajadda, begitulah pepatah Arab berkata, siapa yang bersungguh-sungguh pasti ada jalan baginya. Yach….. jalan menuju kebaikan.  Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bersih dari dosa dan maksiyat. Dan memang orang yang terbaik bukanlah yang tidak pernah punya dosa, tetapi orang terbaik adalah orang yang apabila berbuat dosa kamudian ia bertaubat untuk tidak mengulanginya lagi. Mari kita saling berdakwah bagi diri dan saudara-saudara kita yang lain. Itulah indahnya persaudaraan yang diikat oleh tali aqidah Islamiyyah. 

Saudara

Kita adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Dan ternyata letak kesempurnaan manusia ada pada kekurangan yang ia miliki. Artinya, jika dibandingkan dengan makhluk yang lain memang tidak ada yang lebih sempurna dari manusia, tetap manusia yang sempurna adalah yang sadar bahwa dirinya belum sempurna (masih banyak kekurangan-kekurangan). Dengan kesadaran bahwa diri kita belum sempurna itulah, kita harus memahami bahwa hidup itu untuk menjalani proses penyempurnaan diri. Sekali lagi, kita adalah makhluk yang paling sempurna, maka tidak etis jika kita menodai kesempurnaan itu dengan kenistaan.****next

Saudara

Sakit hati, sedih, jengkel, marah, keluh kesah, iri dan seabrek perasaan jelek terkadang menyelinap dalam hati kita pada saat kita bersama berproses dalam “satu wadah”. Dan anehnya kita pun tidak tahu siapa sebenarnya yang salah di antara kita; kamu, dia, mereka atau justru diri kita sendiri? Itu adalah suatu hal yang sangat wajar. Yang tidak wajar adalah ketika hati kita seperti itu, kita tidak bisa mengendalikannya. Sehingga hati kita menjadi “sesuatu” yang paling hina di sisi Allah karena hati kita terpedaya oleh nafsu amarah bisikan musuh kita yang abadi ialah setan la’natullah ‘alaihi. Mari kita coba sedikit demi sedikit untuk mengendalikan hati kita agar senantiasa berjalan sesuai dengan nur ilahi, terbebas dari “penyakit hati” yang sangat menghancurkan.

Saudara

Siapapun kita, apapun posisi kita dan dimanapun kita berada, tidak ada halangan bagi kita untuk menjadi yang terbaik di mata Alloh. Hanya taqwa yang akan mengantarkan kita menuju posisi terbaik di sisi-Nya.

Saudara

Hidup ini adalah perjuangan yang membutuhkan pengorbanan. Setiap kita pasti akan senantiasa dihadapkan pada “ujian”. Di sinilah perjuangan dan pengorbanan kita dituntut, agar kita tetap survive dalan hidup dan kehidupan. Suka-duka, tangis-tawa, susah-senang, baik-buruk semuanya menghiasi kehidupan ini. Di sana kita dituntut berkorban harta, jiwa, raga dan waktu untuk menghadapi realita kehidupan yang kita hadapi.

Saudara

Betapapun pahit kehidupan ini kita rasakan, tidaklah lebih pahit dari pada kehinaan di akhirat kelak. Allah sekali-kali tidak akan membebani diri kita di luar batas kemampuan kita. Yakinlah, inna ma’al ‘usyri yusran; Sesungguhnya bersama kesulitan pasti akan ada kemudahan 

Saudara

Sepenggal perjalanan kehidupan telah kita lalui.  Kini kita sibuk dengan aktivitas masing-masing seolah kita tidak pernah bertemu.  Pertemuan selama itu seakan hanya tuntutan sebuah “kepentingan” sehingga kitapun tak tahu apakah kita ikhlas atau terpaksa?. Apapun jawaban kita, saya harapkan pertemuan itu membuahkan hasil, terciptanya ukhuwah di antara kita. Meskipun awalnya sebuah keterpaksaan, mari kita lanjutkan dengan keikhlasan. Yakinlah, Alloh mempertemukan kita dengan suatu perencanaan yang matang. Pasti ada hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran

Saudara

Laa wardata biduni syauk…..No Rose without thorn…  
Sebuah pepatah yang senantiasa mengingatkan kita pada sebuah usaha dan perjuangan. Bahwa sesuatu “terindah” yang kita dambakan (wardah/rose) pasti tidak mudah kita dapatkan. Diperlukan suatu usaha yang serius untuk mencapainya. Di sekeliling “keindahan” itu terdapat duri-duri yang siap menusuk kulit, daging bahkan sampai tulang kita. Tidak jarang kita tergores, tertusuk dan terluka demi hanya untuk mendapatkan keindahan yang kita cintai, yang kita dambakan dan kita harapkan. Itulah kepuasan yang sejati, jika kita berhasil menundukkan duri-duri yang menghalangi keindahan itu. Dan akhirnya kita bisa menikmati “keindahan”, cita-cita, harapan dan impian yang kita dambakan selama ini. Tetapi jangan lupa ada “keindahan” luar biasa yang ada di balik kehidupan ini. Surga adalah “keindahan” yang tak terkira dibandingkan dengan keindahan dunia (mata’ud dunya). Itulah yang hendaknya kita perjuangkan dengan kesungguhan hati.

Saudara

Banyak hal yang kita dapatkan dari pertemuan itu. Terima kasih atas segala perhatian yang saudara berikan pada diri ini. Nasihat, masukan, kritik dan saran yang telah saudara berikan sedikit banyak telah merubah diri ini menjadi lebih baik. Minimal, dengan semua itu diri ini bisa bermuhasabah dan instropeksi diri. Ternyata diri ini memang penuh dengan kelemahan dan kekurangan. Sifat salah dan lupa memang senantiasa melekat pada diri ini. Sekali lagi terima kasih atas segala kerja sama yang saudara berikan.

Saudara

Teriring do’a dan senandung istighfar, kita coba pasrahkan diri pada Ilahi Robbi karena dalam genggaman-Nyalah diri kita semua berada. Tidak ada daya dan kekuatan yang kita miliki kecuali dari Alloh SWT

Saudara

Selamat berjuang……….


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer