***Komitmen Muslim Sejati*** :: Sholluu kamaa roaitumunii ushollii… :: January :: 2007

***Komitmen Muslim Sejati***

January 17, 2007

Sholluu kamaa roaitumunii ushollii…

TAKBIR

Rasul bersabda:
Idza qumta ilaa al-sholaati fa asbighi al-wudhu’a tsumma istaqbili al-qiblata fakabbir
Jika kalian hendak shalat maka sempurnakanlah wudhu kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah (HR Bukhori-Muslim)
Tata cara takbir dan mengangkat tangan
1.  Mengangkat tangan bersama ucapan takbir (HR Bukhori) atau terkadang mengangkat tangan sesudah mengucapkan takbir (HR Bukhori) atau mengangkat tangan sebelum mengucapkan takbir (HR Bukhori)
2.  Mengangkat kedua tangan dengan membuka jari-jari lurus ke atas tidak merenggangkan dan tidak pula menggenggamnya (HR Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dll)
3. Mengangkat kedua tangan sejajar bahu namun kadang kala Beliau mengangkatnya sejajar dengan daun telinga (HR Bukhori)

SEDEKAP

Rasulullah saw meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya (HR Bukhori) dan bersedekap di dada (HR Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah)
Rasulullah saw meletakkan tangan kanan pada punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya (HR Abu Dawud dan Nasai)
Rasulullah saw  terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada hasta kirinya (HR Nasai’i dan Daruquthni)

KHUSYU’

Sewaktu shalat Rasulullah menundukkan kepala dan memandang ke tempat sujud (HR Baihaqi dan Al-Hakim)
Pada saat berdiri Beliau membaca do’a iftitah, ta’awudz, al-fatihah dengan mensirrkan (tidak mengeraskan) basmalahnya meskipun shalat itu adalah shalat jahr (yang dikeraskan bacaannya) kemudian Beliau membaca Aamiin.
Terkadang juga Beliau membaca Basmalah dengan mengeraskan bacaannya.
Allahu Akbar
Do’a iftitah (dibaca sirr)
Allahumma baa’id bainii wa baina khathooyaaya kamaa ba’ad ta baina al-masyriqi wa al-maghribi. Allahumma naqqinii min khothooyaaya kama yunaqqo al-tsaubu al-abyadhu min al-danas. Allahumma aghsilni min khothooyaaya bi al-maa i wa al-tsalji wa al-baradi
Yaa Allah jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah jauhkan timur dari barat. Yaa Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Yaa Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es dan embun
Ta’awudz
Audzu billahi minasy syaithoni rajim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi
Aku berlindung kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dari kegilaannya, kesombongannya dan dari hembusannya. (HR Abu Dawud)
Al-Fatihah
1.Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
2.Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3.Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4.Yang menguasai di hari Pembalasan.
5.Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
6.Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7.(yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Setelah membaca Al-Faatihah Beliau membaca ayat lain dari Al-Qur’an dan membaguskan bacaannya
            Apabila imam mengeraskan bacaannya maka makmum tidak membaca (diam dan mendengarkan imam) adapun jika imam tidak mengeraskan bacaannya maka makmum wajib membaca sendiri-sendiri tanpa mangganggu orang lain

MENGHILANGKAN GANGGUAN SYAITAN

Apabila seseorang mendapatkan gangguan syetan dalam shalatnya maka disunahkan baginya membaca ta’awudz, kemudian meludah ke sebelah kiri sebanyak 3 kali (HR Muslim dan Ahmad)

MENDEKATI SUTRAH (PEMBATAS)

Diperbolehkan bagi seseorang yang sedang shalat untuk berjalan bila ada keperluan misalnya membukakan pintu bagi seseorang. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Rsulullah pernah membukakan pintu untuk Aisyah padahal Beliau sedang shalat. (HR Nasa’i)
Diperbolehkan bagi seseorang yang sedang shalat untuk berjalan mendekati sutrah (pembatas) agar tidak dilewati seauatu di depannya.

MENGHALANGI SESEORANG MELEWATI SUTRAH

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: Apabila seseorang di antara kalian shalat menghadap sutrah kemudian ada orang yang hendah melanggarnya maka cegahlah semampunya sebanyak 2 kali, jika orang itu enggan maka bunuhlah dia karena dia adalah syetan (HR Bukhori-Muslim)
Lewat di depan orang yang sedang shalat merupakan dosa besar yang diterangkan baginya, Lebih baik menunggu 40 (tahun) dari pada lewat di depan orang yang sedang shalat (HR Bukhori-Muslim)

RUKU’

Setelah membaca ayat Al-Qur’an Rasulullah SAW berhenti sejenak (HR Abu Dawud dan Al-Hakim) lalu mengangkat tangan, bertakbir dan ruku’ (HR Bukhori-Muslim)
Beliau meletakkan tangan pada kedua lututnya (HR Bukhori)
Beliau merenggangkan jari jemarinya (HR Al-Hakim) meluruskan punggungnya (HR Baihaqi) sehingga apabila air diletakkan di atas punggung Beliau, air tersebut tidak akan bergerak (HR Tabrani)
Beliau tidak mendongakkan atau menundukkan kepalanya (HR Abu Dawud dan Bukhori) tetapi tengah-tengah di antara keduanya (HR Muslim)
Orang yang tidak menyempurnakan ruku’nya merupakan pencuri yang paling jahat yaitu pencuri dalam shalat (HR Ibnu Abi Syaiban, Tabrani, Al-Hakim) bahkan Rasulullah pernah bersabda; Innahu la< shala<ta liman laa yuqiimu shulbahu fii al-rukuu’i wa al-sujuudi  Sesungguhnya tidak ada shalat bagi orang yang tidak meluruskan punggungnya dalam ruku’ dan sujud (HR Ahmad)
Dianjurkan melamakan ruku’ (HR Bukhori-Muslim) dan dilarang membaca Al-Qur’an sewaktu ruku’ (HR Muslim)
Do’a yang dibaca adalah:
1.  Subhaana rabbiya al-‘azhiim, 3x
Maha suci Tuhanku yang Maha Agung (HR Ahmad, Abu Dawud, dll)
2.  Subhaana rabbiya al-‘azhiim wabihamdih, 3x
Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dan segala puji bagiNya (HR Abu Dawud, Daruquthni, Ahmad, Tabrani, Baihaqi)

3.  Subhaanaka allahumma wabihamdika allahumma ighfirlii

Maha suci Engkau wahai Tuhan, segala puji bagiMu, wahai Tuhan ampunilah aku (HR Bukhori-Muslim)
4. Subbuuhun quddusun rabbu al-malaaikati wa al-ruuh
Maha suci lagi maha qudus Tuhan semua Malaikat dan ruh (HR Muslim, Abu ‘Awanah)

I’TIDAL

Setelah ruku’, Rasulullah SAW bangkit dari ruku’ (I’tidal) seraya mengucapkan: Sami’allahu liman hamidahu
Alloh mendengar orang yang memujiNya (HR Bukhori-Muslim)
Kemudian membaca do’a:
1.  Rabbanaa walakal hamdu
Wahai Rabb kami, dan segala puji adalah milikMu (HR Bukhori-Muslim)
2. Rabbanaa lakal hamdu
Wahai Rabb kami, segala puji adalah milikMu (HR Bukhori-Muslim)
Terkadang rasulullah menambah dengan kata Allahumma pada lafazh di atas.
3. Rabbanaa lakal hamdu mil u al-samaawaati wa mil u al-ardhi wa mil u maa syi ta min syaiin ba’du
Wahai Rabb kami, segala puji adalah milikMu, mencakup seluruh langit dan bumi dan segenap yang Engkau kehendaki selai dari itu (HR Muslim, Abu ‘Awanah)
4. Rabbanaa lakal hamdu ahla al-tsanaai wal-majdi laa maania limaa a’thaitaa wa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzaljaddi minkal jaddu
Wahai Rabb kami, segala puji adalah milikMu, yang berhak atas segala pujian dan keagungan, tak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi dan tidak berguna kekuasaan bagi orang yang memiliki atas siksaMu (HR Muslim, Abu ‘Awanah)
Rasulullah SAW memerintahkan untuk meluruskan punggung, menegakkan kepala sampai ruas tulang punggung kembali ke tempat semula (HR Bukhori-Muslim)

SUJUD

Rasulullah SAW bertakbir untuk sujud (HR Bukhori-Muslim)
Terkadang Beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud (HR Nasa’i, Daruquthni, dll)
Rasulullah SAW mendahulukan kedua tangannya pada saat turun menuju sujud (HR Ibnu Khuzaimah, Daruquthni, Hakim)
Rasulullah SAW sujud di atas 7 anggota sujud [yaitu kening dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan jari-jari kaki](HR Bukhori-Muslim)
Kemudian Beliau meletakkan kedua tangan sejajar dengan bahunya (HR Abu Dawud dan Tirmidzi) dan terkadang Beliau juga meletakkan kedua tangannya sejajar dengan daun telinganya (HR Abu Dawud dan Nasa’i)
Beliau merapatkan jari-jarinya (HR Ibnu Khuzaimah, Baihaqi) dan menghadapkannya ke arah qiblat (HR Baihaqi)
Beliau juga merapatkan kedua tumitnya (HR Ath-Thahawi, Ibnu Khuzaimah) dan menegakkan telapak kakinya (HR Baihaqi)
Beliau SAW mengangkat kedua lengannya dan menjauhkannya dari lambungnya sampai warna putih ketiaknya terlihat dari belakang (HR Bukhori-Muslim)
Adapun apabila menjadi makmum maka tidak perlu melebarkan kedua lengan sehingga mengganggu orang lain yng berada di sampingnya
Diwajibkan tumakninah dala sujud dan melamakannya, serta disunahkan memperbayak do’a sewaktu sujud (HR Muslim) dan dilarang membaca Al-Qur’an ketika sujud (HR Muslim)
Do’a yang dibaca tatkala sujud adalah:
1.  Subhana rabbiya al-a’laa, 3x
Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi (sebanyak 3x atau lebih) (HR Ahmad, Abu Dawud,dll)
2.  Subhana rabbiya al-a’laa wabihamdih, 3x
Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi dan segala puji bagiNya (HR Abu Dawud, Daruquthni, Ahmad, Thabrani dan Baihaqi)

3.  Subhaanaka allahumma rabbana< wabihamdika allahumma ighfirlii

Maha suci Engkau wahai Tuhan, Tuhan kami, segala puji bagiMu, wahai Tuhan ampunilah aku (HR Bukhori-Muslim)
4.  Subbuuhun qudduusun rabbu al-malaaikati wa al-ruuh
Maha suci lagi maha qudus Tuhan semua Malaikat dan ruh (HR Muslim, Abu ‘Awanah)

DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Rasulullah SAW, Beliau duduk diantara dua sujud dengan menegakkan telapak kaki kanan (HR Bukhori) dan dan menghadapkan jari-jari kaki kanan ke arah qiblat (HR An-Nasa’i)
Kemudian Beliau duduk di atas telapak kakinya kiri (HR Bukhori) terkadang Beliau duduk iq’a [yaitu duduk dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya](HR Muslim)
Do’a yang dibaca adalah:

1.  Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii  wahdinii wa’aafinii warzuqnii

Yaa Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, lindungilah aku, angkatlah derajatku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku dan berilah aku rezeki (HR Abu Dawud)
2.  Rabbighfirlii ighfirlii
Wahai Tuhan, ampunilah aku, ampunilah aku (HR Ibnu Majah, Ahmad)

DUDUK ISTIRAHAT

Duduk istirahat adalah duduk tatkala hendak berdiri dari sujud, setelah itu Rasulullah SAW melakukan ‘ajn [yaitu bertumpu pada kedua tangannya dengan mengepalkan jari jemarinya ke tanah] (HR Baihaqi dan Abu Ishaq al-Harbi)
Diperbolehkan pula bagi orang yang shalat untuk bertumpu pada kedua tangannya tanpa harus mengepalkannya

TASYAHHUD AWWAL

Rasulullah SAW duduk tasyahhud setelah rakaat kedua. Apabila shalat yang dilakukan adalah shalat dua rakaat[misal shalat subuh] maka Beliau SAW duduk iftirasy [yaitu duduk seperti halnya di antara dua sujud] (HR An-Nasa’i) dan demikian pulalah keadaan duduk untuk tasyahhud awwal pada shalat 3 rakaat atau 4 rakaat (HR Bukhori dan Abu Dawud)
Pada saat tasyahhud awwal Rasulullah SAW meletakkan telapak tangan kanan di atas paha kanan (HR Muslim) dalam riwayat lain di atas lutut kanan
Dan Beliau meletakkan telapak tangan kiri di atas paha kiri (HR Muslim) dalam riwayat lain di atas lutut kiri
Selain itu, Rasulullah SAW mengacungkan jari telunjuk kanannya ke kiblat (HR Muslim) atau Beliau menggerak-gerakkan jari telunjuk kanannya (HR Abu Dawud)
Rasulullah mengarahkan pandangan matanya ke arah telunjuk (HR Muslim)
Cara mengisyaratkan jari telunjuk:
1.  Ibu jari memegang jari tengah (HR Muslim)
2.  Ibu jari dan jari tengah membentuk bulatan (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban)
Doa yang dibaca pada saat tasyahud awwal:
Attahiyaatu lillahi, washolawaatu wat-thoyyibaatu, Assalaamu ‘alannabiyyu warahmatullahi wabarokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi al-shoolihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuuluhu
Segala penghormatan, pengagungan dan pujianhanyalah milik Alloh, Semoga keselamatan atas nabi. Begitu pula rahmat dan barokahnya. Semoga keselamatan atas kami, begitu pula atas hamba-hambanya yang sholih. Aku bersaksi tiada sembahan yang haq melainkan Alloh dan aku bersaksi Muhammad adalah hamba dan utusannya (HR Bukhori-Muslim)
Dianjurkan untuk membaca sholawat atas nabi Muhammad SAW: Allohumma sholli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin kama shollaita ‘alaa  ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiima innaka hamiidun majiid. Allahumma baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin kama baarakta ‘alaa Ibraahiama wa ‘alaa aali Ibraahiima innaka hamiidun majiidun
Yaa Allah berikanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada Ibrohim dan keluarga ibrohim. Sesungguhnya Engkau maha Terpuji lagi maha Mulia.
Yaa Allah berikanlah barokah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan barokah kepada Ibrohim dan keluarga ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha Terpuji lagi maha Mulia (HR Bukhori-Muslim
 

BANGKIT KE RAKAAT BERIKUTNYA

Rasulullah saw bangkit ke rakaat ketiga seraya mengucapkan takbir (HR Bukhori-Muslim) dan Beliau mengangkat kedua tangannya (HR Bukhori dan Abu Dawud)
Saat bangkit ke rakaat keempat Beliau SAW duduk istirahat kemudian bertumpu dan bertakbir (HR Bukhori dan Abu Dawud)
Pada saat bagnkit ke rakaat keempat ini terkadang rasulullah saw bangkit dengan mengangkat kedua tangannya (HR Abu ‘Awwanah dan Nasa’i)

TASYAHHUD AKHIR

Pada waktu tasyahhud akhir Rasulullahsaw duduk tawarruk yaitu punggung telapak kaki kiri menempel ke tanah, ujung kaki kiri dan kaki kanan berada pada satu sisi (HR Bukhori) dan Beliau menjadikan kaki kirinya berada di bawah paha dan betis kaki kanannya (HR Muslim). Beliau saw juga menegakkan telapak kaki kanannya (HR Muslim) dan terkadang mendatarkannya (HR Muslim)
Adapun do’a tasyahhud dan sholawat untuk tasyahhud akhir sama dengan tasyahhud awwal

SALAM

Rasulullah saw membaca do’a perlindungan dari 4 hal sebelum salam (HR Muslim)
Allahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabi al-qobri wa min fitnati al-mahyaa wa al-mamaati wa min syarri fitnati al-masiahi al-dajjaala
Yaa Allah aku berlindung kepdaMu dari siksa neraka jahnnam dan dari siksa kubur  dan dari fitnah (cobaan) hidup dan mati dan dari fitnah dajjal (HR Muslim)
Sebelum salam, dibolehkan untuk membaca do’a yang disukai (HR Bukhori-Muslim) diantaranya adalah:
Allahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfiru al-dzunuuba illa anta
Faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta al-ghofuuru al-rahiimu
Yaa Allah aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang sangat banyak dan tiada yang mengampuni dosa melainkan Engkau.
Maka ampunilah aku dengan pengampunan dari sisiMu dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha pengampun lagi maha penyayang (HR Bukhori-Muslim)
Cara salam Rasulullah saw
1.  Rasulullah saw berpaling ke kanan sampai terlihat pipi kanan Beliau yang putih (HR Muslim) seraya mengucapkan: Assalaamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh (HR Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah) kemudian berpaling ke kiri sampai terlihat pipi kiri Beliau yang putih (HR Muslim) dan mengucapkan: Assalaamu’alaikum warrahmatullah (HR Muslim)
2.  Rasulullah saw berpaling ke kanan seraya mengucapkan: Assalaamu’alaikum warrahmatullah dan berpaling ke kiri seraya mengucapkan: Assalaamu’alaikum warrahmatullah(HR Muslim)
3.  Rasulullah saw berpaling ke kanan seraya mengucapkan: Assalaamu’alaikum warrahmatullah dan berpaling ke kiri seraya mengucapkan: Assalaamu’alaikum(HR Ahmad, An-Nasa’i)
4.  Rasulullah saw menoleh sedikit ke kanan seraya mengucapkan: Assalaamu’alaikum(HR Baihaqi, Ibnu Khuzaimah,dll)

TATA CARA SHALAT DI ATAS SAMA UNTUK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN

Referensi:

Shifat Sholat Nabi SAW karya Syekh Nashruddin Albani

Minhajul Muslim karya Abu Bakr Al-Jaiziri

VCD Shifat Sholat Nabi SAW

Al-Qur’an Al-Kariim

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://multazimah.blogsome.com/2007/01/17/sholat/trackback/

  1. Kalau kita mengerjakan sholat mengikuti salah satu dari Imam Madzhab gmn???

    Comment by Irsyad — February 9, 2007 @ 11:01 am

  2. Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Banyak manfaat yang bisa saya petik dengan membaca artikel yang anda terbitkan dan semoga hidup saya bisa lebih baik

    Comment by Fahmi — August 14, 2007 @ 4:04 am

  3. Saya sangat beruntung punya kesempatan membaca tullisan antum. Mudah2an dakwah antum merupaka amal ibadah yang diridhoi oleh ALLAh SWT, Amin.

    Comment by jannati — September 5, 2007 @ 3:32 am

  4. Yang ingin saya tanyakan apakah Anda tahu posisi tangan ketika hendak bangkit dari sujud untuk berdiri/ dari tahiyat awal untuk berdiri lagi. Mengepalkan tangan atau tidak? Terima kasih, semoga wudhu dan sholat kita sesuai dengan tata cara manusia sempurna kekasih Allah, kanjeng Rasulullah SAW. Amin!

    Comment by AJ Evandri — July 26, 2008 @ 2:51 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer