***Komitmen Muslim Sejati*** :: Sholat sunnah, sudahkan kita dirikan??? :: February :: 2007

***Komitmen Muslim Sejati***

February 1, 2007

Sholat sunnah, sudahkan kita dirikan???

Sholat-sholat Sunnah

1. Sholat Sunnah Wudhu’, yaitu sholat 2 rakaat yang dikerjakan setiap selesai wudhu’

2. Sholat Tahiyyatul Masjid, yaitu sholat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk, untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu memasuki masjid maka janganlah duduk sebelum sholat 2 rakaat terlebih dahulu ”(HR.Bukhari-Muslim)

3. Sholat Dhuha, yaitu sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu dhuhaa, pada saat matahari naik sepenggalah sampai sebelum dhuhur. Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat, maksimal 12 rakaat. Dari Anas, Rasulullah bersabda, “Barabg siapa sholat Dhuhaa 12 rakaat maka Allah akan membangunkan untuknya istana di syurga”(HR.Turmudzi,Abu Daud dan Ibnu Majah)

4. Sholat Rawatib, adalah sholat sunnah yang dikerjakan mengiringi sholat Fardhu
a. Qobliyah, yaitu sholat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum sholat wajib. Waktunya: 2 rakaat sebelum Subuh, 2 rakaat sebelum Dhuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum Ashar dan 2 rakaar sebelum Isya’
b. Ba’diyah, yaitu sholat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah sholat Fardhu. Waktunya: 2 atau 4 rakaat sesudah Dhuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib dan 2 rakaat sesudah Isya’

5. Sholat Tahajud disebut juga qiyamul lail adalah sholat sunnah pada waktu malam, sebaiknya dikerjakan pada sepertiga malam akhir dan setelah bangun tidur, minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan. Keutamaan sholat ini diterangkan dalam Al-Qur’an. “Dan pada sebagian malam bersholat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat terpuji”(QS.Al-Isra’:79)

6. Sholat Istikharah, adalah sholat sunnah 2 rakaat untuk memohon petunjuk yang baik apabila kita menghadapi dua pilihan atau ragu dalam mengambil keputusan. Dapat dikerjakan kapan saja asal bukan waktu yang dilarang, tetapi lebih afdhol dikerjakan pada sepertiga malam akhir.

7. Sholat Hajat, adalah sholat sunnah 2 rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT.

8. Sholat Mutlaq, adalah sholat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya

9. Sholat Taubat, adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT agar mendapat ampunan-Nya.

10. Sholat Tasbih, yaitu sholat sunnah yang dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali atau paling tidak seumur hidup sekali. Sholat ini sebanyak 4 rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan satu salam, jika dikerjakan malam hari dengan dua salam. Cara mengerjakannya sama seperti sholat biasa hanya ditambah dengan tasbih sebanyak 75 kali untuk setiap rakaat sehingga total ada 300 kali tasbih. Lafadz bacaan tasbihnya, Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar. Dibaca ketika: selesai membaca surat (tasbih 15 kali), selesai membaca do’a ruku’ (tasbih 10 kali), selesai membaca do’a ‘itidal (tasbih 10 kali), selesai membaca do’a sujud pertama (tasbih 10 kali), selesai membaca do’a duduk antara dua sujud (tasbih 10 kali), selesai membaca do’a sujud kedua (tasbih 10 kali), sesaat sebelum bangkit ke rakaat berikutnya (tasbih 10 kali)

11. Sholat Tarawih, adalah sholat sunnah sesudah sholat ‘Isya khusus pada bulan Ramadhan. Mengenai jumlah rakaatnya ada bebrapa perbedaan di kalangan ulama, tetapi yang paling masyhur adalah:
a. 8 rakaat + 3 rakaat witir
Dasarnya: Hadis Aisyah ra. Yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan Ramadhan atau lainnya tidak lebih dari 11 rakaat (HR. Bukhori). Dari Jabir ra. Sesungguhnya Nabi saw telah sholat bersama-sama mereka 8 rakaat, kemudian Beliau sholat witir (HR Ibnu Hibban)
b. 20 rakaat + 3 rakaat witir
Dasarnya: Pada masa khalifah Umar bin Khattab, sholat Tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dan hal ini tidak dibantah oleh para sahabat terkenal dan terkemuka. Kemudian pada zaman Umar bin Abdul Azis bilangannya dijadikan 36 rakaat.

12. Sholat Witir, adalah sholat sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan) yang bilangan rakaatnya ganjil, 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat. Dari Abu Ayyub, berkata Rasulullah SAW, Witir itu haq, maka siapa yang suka mengerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan tiga, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan satu, kerjakanlah (HR.Abu Daud dan Nasa’i). Dari Aisyah ra. Adalah Nabi SAW sholat sebelas rakaat diantara Isya dan Fajar, Beliau memberi salam setiap dua rakaat dan yang penghabisan satu rakaat (HR.Bukhori-Muslim)

13. Sholat Hari Raya, adalah sholat Idul Fitri pada 1 Syawwal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijjah, hukumnya: sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Waktu pelaksanaannya adalah setelah matahari terbit sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnahnya sama dengan sholat yang lain hanya ditambah sunnah sebagai berikut:
a. Berjamaah
b. Takbir 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua.
c. Imam menyaringkan bacaannya
d. Setelah sholat imam menyampaikan khutbah
e. Mandi berhias, memakai pakaian yang paling bagus
f. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat pada sholat idul Fitri tetapi pada sholat Idul Adha sebaliknya.

14. Sholat Khusuf adalah sholat sunnah 2 rakaat, 4 kali ruku’ sewaktu terjadi gerhana bulan atau matahari. Caranya: Pada rakaat pertama setelah ruku’ dan I’tidal tidak langsung sujud tetapi membaca QS Al-Fatihah kemudian ruku’ dan I’tidal kembali setelah itu baru sujud sebagaimana biasa. Pada saat terjadi gerhana bulan, sholat dikerjakan dengan bacaannya nyaring sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya

15. Sholat Istisqo’ adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Alloh SWT. Cara pelaksanaannya:
1. Tiga hari sebelumny agar ulama memerintahkan umatnya bertaubat dengan berpuasa dan meninggalkan segala kezholiman seerta menganjurkan beramal sholih.
2. Pada hari keempat semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi ke lapangan dengan pakaian sederhana dan tanpa wangi-wangian untuk sholat istisqo’
3. Usai sholat diadakan khutbah dua kali, pada khutbah pertama hendaknya membaca istighfar sebanyak 9 kali dan pada khutbah kedua 7 kali.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://multazimah.blogsome.com/2007/02/01/sholat-sunnah-sudahkan-kita-dirikan/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer