Wanita Sholihah
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
Yaitu para wanita yang komitmen (multazimah) dalam memegang Islam; tidak pernah meninggalkan sholat wajib kecuali alasan syar’i, sering menambah dengan sholat nafilah, qiyamul lail, dhuha, hajat dsb. Puasa wajib sangat diperhatikan juga menambah dengan puasa-puasa sunnah. Interaksinya dengan al-Qur’an bagus, minimal dalam 1 bulan bisa khatam. Ia pun wanita yang rajin menuntut ilmu-ilmu syar’i
- Wajib menutup aurat sesuai syari’at, gak cuman sekedar nutup. Soalnya sekarang banyak kita jumpai para wanita katanya pake jilbab, tapi aurot masih keliatan (katanya sich jilbab gaul), ngeri dech pokoknya. Harus diperhatikan, syarat jilbab yg syar’i itu ada 2, yaitu bilaa riqo’ (tidak sempit) dan bilaa dhoyyiq (tidak tipis). dan perlu diperhatikan, kontextnya nutup bukan mbungkus. Yang namanya nutup harus semuanya tidak nampak, tidak berbentuk. Makanya kata Allah hendaknya para wanita menjulurkan kainnya (jilbab) sampai ke dada, janagn malah diiketkan pada leher
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
Wanita sholihah senantiasa memperhatikan tinggkah lakunya, terutama dalam berhias, berucap dan bergaul. Ia sadar betut bahwa suaranya merupakan aurot bagi laki-laki lain, ia hanya berhias untuk menyenangkan suaminya tidak untuk tabarruj
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya seorang mahrom
Pantangan bagi wanita sholihah bepergian bersama laki-laki lain. Ia senantiasa menjaga kehormatan dirinya. Tidak berboncengan, bergandengan tangan, berjabat tangan dsb. Pokoknya kulitnya tidak pernah sekalipun menyentuh laki-laki lain yang bukan mahromnya.
- Sering membantu lelaki (suami) dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
Saat berumah tangga, ia senantiasa membantu suaminya. Senantiasa mengingatkan jika suaminya salah,
- Berbuat baik kepada ibu & bapak
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga
2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga