“Masyithah” masih adakah ia sekarang???
Masyithah??? siapa dia? Dia adalah wanita tukang sisir putri Fir’aun. Lalu apa yang hebat dari sosok wanita tukang sisir seperti dia??? Adakah yang istimewa??? Mari kita simak kisah hidupnya, renungkan dan resapi dalam lubuk hatimu yang paling dalam…….
Masyithah, dia adalah sosok wanita yang berani mengingkari ketuhanan Fir’aun. Di saat hampir semua manusia pada saat itu tunduk patuh dan taat pada Fir’aun, ia berani beda dari mereka. Ia beriman kepada Tuhannya Musa, Allah Azza wa Jalla dan lisannya senantiasa menyebut asma ALLah.
Lama kelamaan kabar keimanan Masyithahpun akhirnya terdengar oleh putri Fir’aun. Kemudia ia melapor kepada ayahnya, Fir’aun. Tetapi tidak ada sedikitpun keraguan di hari Masyithah, Ia tidak takut, ia tetap komitmen dengan keyakinannya meski telah diketahui Fir’aun.
Fir’aun pun memanggil Masyithah beserta keempat anaknya seraya bertanya; “Siapakah tuhanmu wahai Masyithah?” Suatu pertanyaan yang sangat menentukan, hidup atau mati. Di saat-saat menentukan seperti itu, seorang mukmin/mukminah tidak memiliki pilihan lain kecuali menyatakan kebanggaannya sebagai orang yang berafiliasi kepada Tuhannnya.
Wanita mukminah itupun menjawab tanpa keraguan, “Tuhanku dan Tuhanmu adalah ALLAH”. Mendengar jawaban itu, merah wajah Fir’aun penuh kemarahan. Ia ulangi lagi pertanyaan, “Siapa Tuhanmu wahai Masyithah?” Jawaban wanita itu tetap sama, “Tuhanku dan Tuhanmu adalah ALLAH”. Bertambahlah kemarahan Fir’aun mendengar jawaban yg paling tidak diinginkannya.
Dalam kemarahan yang memuncak itu, Fir’aun menghadirkan belanga besar penuh dengan air mendidih. Fir’aun mendatangkan anak-anaknya dan memasukkan mereka ke belanga besar itu satu persatu.
Setiap kali hendak melemparkan anaknya ke dalam belanga, Fir’aun yang kehilangan akalnya bagai orang gila- selalu bertanya, “Siapakah Tuhanmu hai Masyithah?” Wanita itupun tetap tegar menjawab–seakan-akan sedang mengucapkan tasbih yang paling nikmat dan indah– “Tuhanku dan Tuhanmu adalah ALLAH.”
Akhirnya yang tersisa hanya Masyithah dan bayi mungil yang berada dalam dekapannya. Masyithah maju menuju belanga. Namun kasih sayang kepada bayi itu sedikit menghalangi langkah kakinya. Tiba-tiba saja Allah menjadikan bayinya bisa bicara dan berkata kepada ibunya, “Majulah wahai ibuku, karena engkau berada di atas kebenaran”
Mari renungkan…
Siapakah Tuhanmu?
Siapakah Yang Maha Memaksa?…..
Siapakah Yang Maha Membalas?….
Siapakah Yang Maha Gagah?…..
Siapakah Yang Maha Mulia?….
Siapakah Yang Maha Esa?….
Siapakah Yang Maha Pengasih?….
Siapakah Yang Maha Memuliakan?…
Siapakah Yang Maha …….SEGALANYA?……
Anda yakin dengan JaWaBaN Anda???????????????
**********
mungkin sudah sangat jarang kita dapatu wanita seperti Masyithah sekarang ini, jangankan dihadapkan dengan maut. untuk menunjukan identitas sebagai seorang muslim saja banyak yang tidak mau melakukannya.
semoga semakin banyak wanita-wanita seperti Masyithah, Insya 4JJl.
Comment by dudung — August 2, 2007 @ 5:37 am