***Komitmen Muslim Sejati*** :: Tidzkaaru As-sanawiy :: May :: 2007

***Komitmen Muslim Sejati***

May 22, 2007

Tidzkaaru As-sanawiy

Atas kehendak dan kuasa Allah lahirlah seorang hamba ke dunia fana ini. Dunia yang sangat asing baginya, dunia yang sangat gelap. Dalam keterasingan dan kegelapan itu, ia coba menapak dengan kaki yang begitu lemah, dengan tangan yang begitu rapuh, dengan tubuh yang begitu dho’if. Meskipun demikian ia tetap tegar walau kadang jiwanya goncang, hatinya gundah dan gelisah. Kadang juga ia merasa putus asa tak punya harapan. Merasa dirinya paling hina, paling teraniaya, paling jelek, paling tak punya dan banyak kekurangan ada pada dirinya. Tapi setelah lama merenung, ia pun tersenyum…. Senyum yang begitu bermakna. dalam hati ia bergumam, “Apapun dan bagaimanapun keadaanku, aku adalah makhlukNya yang paling sempurna. aku tidak boleh menjadi hina hanya karena keadaanku saat ini. Diri ini adalah milikNya dan akan kembali kepadaNya”. Bukankah Allah telah mengingatkan, walaa taiasu min rohmatillah…….

Kini ia telah tumbuh dewasa, 25 tahun sudah ia menapakkan kaki di bumi milikNya. Ia sangat sadar begitu besar nikmat yang telah ia nikmati selama ini. Sejak kecil ia bisa makan padahal ia belum bisa mencari makanan. Ia minum ASI yang diberikan secara cuma-cuma oleh Allah melalui kasih sayang ibunya. Dan tidak pernah sedikitpun ibunya minta diganti. Udara segar berhembus sehingga ia bisa bernafas dan hidap. Matahari senantiasa bersinar, memancarkan sinarnya yang ramah dan bersahabat. Sehingga tumbuh-tumbuhan bisa hijau, binatang bisa makan, hujan bisa turun, dunia bisa hidup.

Suatu waktu ia mencoba untuk menghitungnya. Semakin ia menghitungnya, semakin terasa begitu besar nilai nikmat itu. Sampai suatu saat ia menyimpulkan hasilnya adalah satu dibagi dengan nol. Berapa itu “tak berhingga”. Satu adalah Dia, Dzat Yang Maha Esa dan nol adalah kita, yang kecil tak punya daya. Sehingga jika kita memposisikan diri sebagai nol maka akan terlihat kebesaran Sang Maha Besar, Allah Azza wa Jalla.

Memang tidak sepatutnya ia mencoba menghitung nikmat Allah, karena memang tak terhitung. Ia pun sadar, tugasnya sebagai hamba hanyalah bersyukur. Maha benar Allah yang telah berfirman, Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Ibrohiim, 7)

Berbagai ujian, cobaan, rintangan telah dan akan terus ia hadapi sebagai hadiah Allah untuk orang-orang yang beriman. Ia sangat sadar semua itu adalah jalan menuju kesuksesan iman yang telah tertanan dalam jiwanya meski kadang naik-turun. “Yach itulah hadiah untuk orang-orang yang mengaku beriman. Hadiah yang teramat istimewa”

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.(Al-Ankabut,2-3)

Saat inilah, dalam usianya yang ke-25 ia merasakan sebuah ujian yang begitu berat. Ujian yang cukup menyita banyak waktu dan pikiran. Ujian yang………… sungguh luar biasa dahsyatnya bagi seorang pemuda. Maha benar Allah yang telah berfirman,
“Zuyyina linnaasi hubbu as-syahawati minan nisaa wal banin ……..”. Telah dijadikan indah pada diri manusia kecintaan terhadap wanita, anak-anak dan……

Yach itulah yang saat ini dirasakannya, godaan berupa wanita. Sudah saatnya ia melengkapi separoh agamanya, agar ia bisa selamat menghadapi godaan syahwat. Hampir dalam setiap malam ia bermunajat kepada-Nya, memohon petunjuk agar ia bisa mengatasi masalah besar ini dengan selamat. Ia sadar bahwa dirinya sangat kecil, lemah dan tak punya daya. Terlebih jika ia harus sendiri menghadapi masalah yang ia anggap sangat besar itu, masalah yang menetukan separoh dari agamanya. Ia sangat membutuhkan sosok yang bisa dijadikan tempat curhat terbaik. Kadang ia berfikir mencari teman yang mampu memberikan kekuatan baginya, teman yang bisa dijadikan tempat curhat, teman yang senantiasa setia, tapi semua itu tidak ia dapatkan.

Hanya Allahlah tempat curhat terbaik, Allahlah teman yang paling dekat dalam keheningan malam. Allahlah yang bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Saat jiwa-jiwa terlelap dalam mimpi masing-masing, saat burung malam bertasbih kepadaNya, saat rembulan tersenyum menyambut pagi, saat malam menelusuri relung-relung fajar, saat Dia turun ke langit dunia menjumpai hambaNya, saat para malaikat turun menebarkan do’a dan permohonan. Saat itulah ia coba bangkit tinggalkan selimut, tinggalkan kasur empuk, tinggalkan mimpi-mimpi yang tak menentu. Ia paksakan diri membuka mata, membuka hati dan melepaskan simpul-simpul setan.

Ia berdo’a, Alhamdulillahilladzi ahyanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihi nusyuur. Kemudian mengambil air wudhu, ia basuh muka dengan dinginnya air malam hingga terasa segar. Lalu ia mendirikan sholat dengan khusyu’. Sehingga terlepaslah simpul-simpul setan yang senantiasa membelenggu dirinya selama ini. iapun bermunajat, mencurahkan segala asa di hatinya, memohon dan meminta kepada Dzat Yang Maha pengasih dan penyayang…….

Yaa Allah….
dengan kekuasaaanMu,
dengan ilmuMu,
dengan kemurahanMu,
Aku memohon kepadaMu…….

Mudahkanlah segala urusanku ini,
Urusan yang cukup besar,
yang akan melengkapi separoh agamaku,
Dan juga urusan yang paling besar,
tatkala diri ini menghadapi pengadilanMu di akhirat kelak

Yaa Allah…
Engkau maha mengetahui, sedangkan diri ini amat tidak tahu,
Maka berilah hambaMu ini ilmu yang kan menerangi hidup ini
Engkau maha kuasa, sedangkan diri ini lemah tak punya daya,
maka berilah hambaMu ini kekuatan,
Kekuatan aqidah yang lurus,
Kekuatan ruhiyah yang kokoh,
Kekuatan hati yang bersih,
Kekuatan akhlaq yang karimah,
Kekuatan fisik yang berwibawa,

Yaa Allah…
Sesungguhnya tidak ada sedikitpun yang bisa kuberikan kepadaMu
Selain hidup yang telah Kau amanahkan padaku
Hidup ini adalah milikMU
akan kuserahkan sepenuhnya kepadaMu

Yaa Allah…
Engkau maha mengetahui,
Seandainya “ia” adalah yang terbaik buatku
Buat agamaku,
buat kehidupan dan penghidupanku,
buat akhir kehidupanku,
Maka dekatkanlah hatinya untukku
Mudahkanlah kami dalam perjumpaan
Mudahkanlah kami dalam menuju gerbang “mitsaqon gholizho”
Kemudian Ridhoilah kami berdua di dalamnya

Yaa Allah…
Engkau maha mengetahui,
Tetapi seandainya “ia” bukan yang terbaik buatku,
buat agamaku,
buat kehidupan dan penghidupanku,
buat akhir kehidupanku,
Maka jauhkan hatinya untukku
Maka jauhkan hatiku untuknya
Gantikanlah “ia” dengan yang lebih baik bagiku

Yaa Allah…
Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu

Yaa Allah…
Aku memohon kepadaMu
Limpahkan lah RahmatMu padaku
Ampunilah segala dosa hamba
Bersihkan hati hamba
Masukkanlah hamba ke dalam golongan hambaMu yang sholih

Yaa Allah…
Hanya kepadaMulah hamba meminta
Engkau telah mencipkan semua makhluk saling berpasangan
Engkau telah menciptakan diri ini dari ketiadaan
Engkaupun yang akan mempertemukan diri dengan pasanganku
Dengan sosok yang akan menjadi bidadariku
di dunia dan akhirat

Yaa Allah…
Anugerahkanlah kepada hamba seorang akhwat yang solihah
Seorang akhwat yang amat cintanya kepadaMu
Seorang akhwat yang senantiasa ridho akan ketetapanMu
Seorang akhwat yang ikhlash

Yaa Allah…
Anugerahkanlah kepada hamba seorang akhwat yang cantik jelita
Seorang akhwat yang kecantikannya terpancar dari dalam hatinya
Seorang akhwat yang senyumnya bermandikan cahayaMu
Seorang akhwat yang wajahnya senantiasa berseri dengan air wudhu

Yaa Allah…
Anugerahkanlah kepada hamba seorang akhwat yang waduudah
Seorang akhwat yang penuh cinta
Seorang akhwat yang bisa memberikan sepenuh cinta kepada hamba karena cintaMu
Seorang akhwat yang lebih cinta akhirat daripada dunia

Yaa Allah…
Anugerahkanlah kepada hamba seorang akhwat yang waluudah
Seorang akhwat yang bisa memberikan hamba keturunan yang sholih
Seorang akhwat yang bisa menjaga amanah berupa anak
Seorang akhwat yang ikhlash mendidik generasi qur’ani

Yaa Allah…
HambaMu sangat lemah
HambaMu tidak punya daya dan kekuatan
Kupasrakhan semuanya kepadaMu
Hidupku……
Jodohku……
Rizkiku…….
Bahagia dan celaka….
Matiku……
Semua ada di tanganMu

Air mata tak teras bercucuran dari kedua pelupuk matanya yang sayu bagai tetes-tetes embun pegunungan. Lebih-lebih jika ia teringat akan dosa-dosa yang selama ini ia lakukan. Maksyiyat yang tak pernah luput dari dirinya. Kelalaian yang membutakan mata hatinya, Seakan semuanya terhimpun dalam gumpalan hitam sebesar gunung bahkan lebih dari itu. Mulai ia akil baligh sampai saat ini sudah berapa banyak dosa yang ia lakukan. Kadang ia berfikir, tatkala ia melihat anak-anak kecil bermain tanpa beban, melihat ikan hias berenang asyik di kolam, melihat kupu-kupu terbang berkejar-kejaran. Alangkah indahnya hidup mereka, seakan tanpa benban dan kelah mereka tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatannya.

Semakin lama ia bermuhasabah, menghitung kekuran diri semakin takut jiwanya akan kemurkaanNya. Seakan terbayang dihadapannya neraka beserta segala kejadian dahsyat yang menyertainya yang siap menyiksanya.

Yaa Allah, tidak akan cukup seluruh amal kami untuk menebus surgaMu. Sholat kami, puasa kami, zakat kami, haji kami, dakwah kami dan seluruh kebaikan kami belum seberapa dibandingkan nikmat yang telah Engkau curahkan kepada kami. Maka denga apa kami bisa menikmati surgaMu selain dengan RahmatMu.Yaa Allah …Pelarianku dari Neraka menuju RahmatMu begitu lambat, maka dekatkanlah RahmatMu. Masukkanlah hamba ke dalam surgaMu. Berikanlah kepada kami para bidadari yang telah Engkau janjikan untuk hambaMu yang sholih

Tulisan ini saya sajikan:
Spesial buat dia yang sudah diberi amanah usia 25 tahun
hamba yang berusaha menjadi seorang multazim
yang mendambakan multazimah sejati

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://multazimah.blogsome.com/2007/05/22/tadzkiru-as-sanawiy/trackback/

  1. boleh yak nyimpen do’anya???

    Comment by nuzula — August 7, 2007 @ 2:58 am

  2. salam
    bagus banged muhasabahnya
    izin copy ya buat hadiahkan kepada seseorang yg sedang menginjak usia 25 thn jg
    terima kasih……

    Comment by resty puspita — May 3, 2009 @ 10:24 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer