Subhaanallah
Tepat pukul enam pagi, Garuda 202 mulai terbang menembus angkasa yang masih dipenuhi kabut tipis. Garuda tersebut menerbangkan jiwa-jiwa yang penuh harap. Berharap segera sampai titik tujuan dengan selamat. Termasuk diriku yang sedikit cemas dan was-was….. maklum ini adalah kali pertama aku bisa terbang bersama Garuda. Yach angan-angan yang waktu kecil pernah mampir di hatiku, kini terpenuhi juga. Kini tidak cuman cerita, aku benar-benar naik Garuda.
Seakan ada skenario Sang Penguasa jagad ini untuk mengingatkan diriku. Yach….. dari perjalanan itu aku semakin sadar, diri ini sungguh amat sangat kecil dan hina. Sesaat Garuda meninggalkan bumi, terlihat semua yang ada dibawahku semuanya kecil. Semakin pesawat naik, semakin kecil pula semua benda yang ada di bumi. Makin kecil….., makin kecil……, makin kecil dan akhirnya hilang tak tampak sama sekali. Hanya awan putih bergulung yang dapat aku lihat.
Subhanallah……. Allahu Akbar…….., Subhaanalladzi sakhorolanaa hadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun……., hanya ucapan itulah yang senantiasa keluar dari bibir ini. Betapa aku semakin sadar bahwa dunia ini sangat kecil. Apalagi diriku?????? Aku semakin yakin akan kebesaranNya. Kebesaran Dzat Yang Maha Besar. “Bagaimana mungkin dirimu berani sombong, dan berani berma’syiyat kepadaNya? Apa yang akan kau andalkan?? Bisakah kau menandingi dzat yang telah menciptakan alam ini??” Na’udzubillah….