***Komitmen Muslim Sejati*** :: Puasa Ramadhan :: August :: 2007

***Komitmen Muslim Sejati***

August 3, 2007

Puasa Ramadhan

Definisi Puasa
Puasa menurut bahasa ialah menahan. Sedang puasa menurut syariat ialah menahan dengan niat ibadah dari makan, minum, hubungan suami istri dan semua hal yang membatalkannya sejak terbitnya fajar hingga terbenam matahari.

Hukum Puasa Ramadhan
Hukum puasa Ramadhan adalah wajib, sebagaimana firman Allah ta’ala dalam QS Al-Baqarah[2]:183
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Keutamaan Puasa Ramadhan

1. Menghapus dosa-dosa diantara 2 Ramadhan
Al-Sholawaatu al-khomsu wa al-jum’atu ilaa al-jum’ati wa ramadhoona ilaa ramadhoona mukaffiraatun limaa bainahunna inijtunibati al-kabaair
Sholat lima waktu, sholat Jum’at ke sholat Jum’at berikutnya dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya itu menghapus dosa-dosa diantara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi. (HR.Muslim)

2. Dosa-dosa yang telah silam terampuni
Man shooma ramadhoona iimaanan wahtisaaban ghufira lahuu maa taqoddama min dzanbih(i)
Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan ihtisaban (mengharapkan pahala) maka diampuni dosa-dosanya yang telah silam (HR.Bukhori-Muslim)

3. Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin pembangkang dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satupun pintunya yang dibuka, pintu-pntu surga dibuka dan tidak ada satu pun pintunya yang ditutup dan penyeru berseru; “Hai pencari kebaikan datanglah dan hai pencari keburukan berhentilah. Allah mempunyai orang-orang yang terbebas dari neraka dan itu terjadi pada setiap malam. (HR.At-Tirmidzi, Al-Hakim)

Mengawali dan Mengakhiri Bulan Ramadhan

1.Metode Ru’yah
Metode Ru’yah adalah metode untuk mengetahui awal atau akhir bulan dengan melihat secara langsung bulan. Rasulullah bersabda:
Shuumuu liru’yatihi wa afthiruu liru’yatihi fa in ghumma ‘alaikum fa akmiluu ‘iddata sya’baana tsalasiina yauman
Berpuasalah kamu jika melihatnya (bulan) dan berbukalah jika melihaatnya, dan jika terhalang oleh awan maka genapkanlah bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari (HR.Bukhari-Muslim)

2.Metode Hisab
Metode hisab adalah metode untuk mengetahui awal dan akhir Ramadhan dengan menggunakan perhitungan berdasarkan keteraturan perjalanan bulan atau matahari. Allah Ta’alaa berfirman:
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[669]. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.

Yang Wajib Berpuasa
1. Muslim
2. Baligh
3. Berakal Sehat
4. Sehat jasmani (tidak dalam keadaan sakit atau tua)
5. Bukan musafir (pemukim)
6. Bagi wanita, tidak dalam keadaan haidh, hamil, menyusui atau nifas
7. Mengetahui datangnya bulan Ramadhan

Sahur

1. Sahur meskipun hanya dengan segelas air
As-Sahuuru barakatun falaa tada’uuhu walau an yajra’a ahadukum jar’ata maain, fainnallaaha wa malaaikatahuu yusholluuna ‘alaa al-musahhiriin
Bersahur itu berkah, maka janganlah kamu tinggalkan walau seseorang diataramu itu hanya mereguk air karena Allah dan para Malaikat-Nya akan mengucapkan salawat pada orang-orang yang bersahur (HR Ahmad)

2.Mengakhirkan sahur
Kaana ashhabu muhammadin SAW a’ajala an-naasi iftoaron wa abthoahum sahuuron
Para sahabat Nabi Muhammad SAW adalah orang-orang yang paling segera berbukanya dan paling akhir sahurnya (HR Baihaqi dengan sanad yang sah)

3. Jarak sahur dengan adzan Subuh
Tasahharnaa ma’a rosulullah saw tsumma qumnaa ilaa as-Sholaati qultu; kam kaana qodrumaa bainahuma? Qoola; khomsiina aayatan.
Kami makan sahur bersama Rasulullah saw, lalu kami berdiri untuk melakukan sholat. Saya tanyakan; “Berapa kira-kira jarak antara keduanya?” Ujar Nabi: “Lima puluh ayat” (HR Bukhari-Muslim)

Sebagian kaum muslimin memberi nama jarak antara sahur dengan sholat Subuh dengan istilah imsak yang berarti berjaga-jaga. Tidak tepat pendapat sebagian kaum muslimin yang mengatakan bahwa imsak itu bid’ah. Rasulullah saw juga berjaga-jaga (imsak) dengan menghentikan sahur kira-kira lima puluh ayat dari adzan Shubuh.
Juga tidak tepat pendapat sebagan kaum muslimin yang menyatakan terlarang untuk makan bagi orang yang berpuasa (shooimiin) ketika sudah masuk imsak. Ketika masuk waktu imsak masih diperbolehkan makan dan minum.
Yang tepat adalah, ketika jarak waktu sahur dan shalat Subuh kira-kira lima puluh ayat, sebaiknya sudah menghentikan sahurnya dan bersiap-siap untuk mendirikan sholat Subuh.

Rukun Puasa

1. Berniat
Perbedaan antara puasa Ramahan dengan puasa sunnah diantaranya adalah dalam maslah niat. Untuk puasa Ramadahan, seseorang suadah harus membulatkan niat puasa sebelum fajar, sedangkan untuk puasa sunnah, seseorang boleh berniat puasa setelah fajar. Rasulullah SAW bersabda:
Man lam yujmi’i as-shiyaama qobla al-fajri falaa shiyaama lahuu
Barang siapa tidak membulatkan niat puasanya sebelum fajar, maka tidak sah puasanya (HR Ahmad dan ash-habus Sunan, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

2. Menahan diri
Yang dimaksud menahan diri adalah menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dimulai dari terbit fajar (adzan Subuh) sampai Maghrib. Allah ta’ala> berfirman dalam QS.Al-Baqarah[2]:187
….. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang Telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Yang Membatalkan Puasa
1. Makan dan minum dengan sengaja
2. Memasukkan sesuatu dalam perut lewat saluran pencernaan
3. Muntah dengan sengaja
4. Haidh dan Nifas
5. Mengeluarkan air mani dengan sengaja
6. Niat membatalkan puasa
7. Berhubungan suami-istri
Keterangan:
Jika batalnya puasa karena no 1-6, wajib mengganti puasa di lain hari
Jika batalnya puasa karena no 7, wajib mengganti puasa dan membayar kafarat

Yang Tidak Membatalkan Puasa
1. Berenang
2. Memakai celak
3. Menggunakan siwak (sikat gigi) sepanjang siang
4. Mendinginkan badan dengan air karena terlalu panas dengan menyiramkan air ke seluruh badan atau menyelam ke dalam air
5. Mengunyah makanan untuk anak kecil jika tidak ada orang yang mengunyahnya dengan syarat hasil kunyahannya tidak masuk ke dalam perut pelakunya.
6. Memakai obat tetes mata
7. Menggunakan wewangian
8. Mencium istri
9. Injeksi atau suntik
10. Berkumur atau istinsya’
11. Dalam keadaan junub sampai subuh
12. Ihtilam (mimpi basah)

Berbuka (Al-Ifthor)

1. Menyegerakan Berbuka
Rasulullah SAW bersabda:
Laa yazaalu an-naasu bi khoirin maa ‘ajjaluu al-fithra
Manusia itu selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka (HR Bukhari-Muslim)

2. Berbuka dengan kurma atau air
Rasulullah SAW bersabda:
Idzaa kaana ahadukum shooiman falyufthir ‘alaa al-tamra, fa in lam yajidi al-tamra fa ‘alaa al-maa i, fa inna al-maa a thohuurun
Jika salah seorang diantara kamu berpuasa hendaklah ia berbuka dengan kurma dan jika tidak ada maka dengan air karena air itu suci (HR Ahmad, Turmudzi)

3. Do’a berbuka
a. Dzahaba al-zhomau wabtalati al-‘uruuqu wa tsabata al-ajru in syaaAllaahu ta’alaa
Telah lenyap haus dahaga, telh basah urat-urat dan insyaAllah ditetapkan pahalanya.
b. Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu
Ya Allah karena-Mulah aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka
c. Allaahumma innii as aluka birahmatika allati wasi at kulla syai’in an taghfiralii
Ya Allah aku mohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu agar aku Engkau ampuni

Yang diperbolehkan tidak berpuasa
1. Hilang akal (gila, mabuk, pingsan, koma dll)
2. Anak-anak yang belum baligh
3. Orang tua renta
4. Orang sakit
5. Musafir
6. Hamil dan menyusui
7. Pekerja berat/kasar sehingga tidak kuat berpuasa sementara dia belum mendapatkan alternatif pekerjaan lain untuk menghidupi keluarganya.
Keterangan:
a. Nomor 1-2 tidak perlu membayar fidyah
b. Nomor 3 membayar fidyah
c. Nomor 4-5 mengganti puasa kecuali jika sakitnya menahun maka tidak mengganti puasa tetapi membayar fidyah
d. Nomor 6 dan 7 mengganti puasa atau membayar fidyah

Fidyah
Yang dimaksud fidyah adalah memberi makan kepada fakir miskin sebanyak hari puasa yang ditinggalkan.
Besarnya fidyah adalah 0,6 kg (6 ons) beras atau makanan pokok lain sesuai yang ada di daearh yang bersangkutan.
Diperbolehkan membayar fidyah dengan uang

Sholar Tarawih
Sholat Tarawih adalah sholat malam di bulan Ramadhan.

Hukumnya
Hukum sholat tarawih adalah sunnah

Waktunya
Waktu shalat tarawih sebagaimana waktu sholat malam biasa. Boleh dimulai setelah sholat Isya’ dan waktu yang paling afdhol adalah sepertiga malam terakhir (kurang lebih jam 02.00-subuh)

Rakaat
1) 8 rakaat tarawih + 3 rakaat witir
Annahu sholla Allahu ‘alaihi wa salam shollaa bihim tsamaaniya raka’aatin wa al-witra
Bahwa Rasulullah SAW sholat Tarawih dengan masyarakat sebanyak delapan rakaat, kemudian Beliau sholat witr (HR Ibnu Hibban)
Witir yang dilakukan Rasulullah SAW adalah 3 rakaat, sehingga total rakaatnya adalah 11 rakaat.
Aisyah RA berkata:
Anna an-nabiyya shollaa Allaahu wa salam maa kaana yaziidu fii Ramadhoona wa laa fii ghoirihi ‘alaa ihdaa asyrata rak’atan
Bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambahi sholat sunnahnya pada waktu malam baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat (HR Bukhori)

2) 20 rakaat tarawih + 3 rakaat witir
Sedangkan Umar ibn Khaththab dan ‘Ali bin Abi Thalib sholat Tarawih sebanyak 20 rakaat di tambah witir (HR Turmudzi)

Berjamaah
Sholat Tarawih disunnahkan dikerjakan berjamaah di masjid, tetapi dilakukan sendiri (munfarid) juga diperbolehkan. Aisyah RA berkata:
Shollaa an-Nabiyyu shollaa Allaahu ‘alaihi wa salam fii al-masjidi fa shollaa bi shollatihi naasun katsiirun, tsumma shollaa min al-qoobilati fakatsaruu, tsumma ijtama’uu min al-lailati al-tsaalitsati falam yakhruj ilaihim
Nabi SAW sholat Tarawih di masjid maka banyak orang yang mengikuti sholat Beliau. Besok malamnya Beliau sholat lagi dan orang-orang yang mengikutinya bertambah banyak. Selanjutnya pada malam ketiga orang-orang sudah berkumpul tetapi Beliau tidak keluar (untuk sholat Tarawih) (HR Bukhori)

Bacaan Sholat
Dusunnahkan dalam sholat Tarawih membaca surat yang panjang. Abu Dzar berkata:
Qumnaa ma’a an-nabiyyi shollaa Allaahu ‘alaihi wa salam hattaa khosyiinaa an yafuutanaa al-falaahu ya’nii as-sahhuura
Kami sholat Tarawih dengan Nabi SAW sampai takut terlambat untuk sahur, pada waktu itu imam membaca sampai 200 ayat

Zakat Fithrah
• Hukumnya wajib
• Waktu dikeluarkan
Zakat fithrah boleh dikeluarkan ketika pertama kali puasa (tanggal satu Ramadhan) tetapi waktu yang paling afdhol adalah malam hari raya idul Fithri sampai sebelum pelaksanaan sholat ied dimulai.
• Yang Wajib Mengeluarkan Zakar Fithrah adalah anak kecil, orang dewasa, laki-laki, perempuan, orang merdeka maupun budak dari kalangan kaum muslimin
• Yang wajib menerima zakat fithrah hanya fakir miskin
• Besarnya zakat fithrah adalah 1 sha’ (2,5 kg) beras (makanan pokok lain sesuai yang ada di daearh yang bersangkutan). Boleh pula dibayarkan dengan uang.

Keutamaan Berbuat Baik di Bulan Ramadhan

1. Sedekah
Man faththara shooiman falahu ajruhu min ghoiri an yanqusha min ajri al-shooimi syai’un
Barang siapa memberi makan untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, ia berhak atas pahalanya tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa (HR Ahmad, At-Tirmidzi)
Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau sangat dermawan di bulan Ramadhan ketika dikunjungi malaikat Jibril (HR Al-Bukhari)

2. Qiyamul Lail
Man qooma Ramadhoona iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih(i)
Barangsiapa melakukan qiyamul lail karena iman dan bersabar dengan menyimpan pahalanya di sisi Allah, maka dosa-dosanya yang telah lampau diiampuni (HR Bukhori-Muslim)

3. Membaca Al-Qur’an
Rasulullah SAW memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dan malaikat Jibril dating kepada Beliau untuk membacakan Al-Qur’an kepada Beliau di bulan Ramadhan (HR Bukhori)
Puasa dan Al-Qur’an memberi syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, “Tuhan, aku melarangnya makan dan minum di siang hari”. Al-Qur’an berkata, “Tuhan, aku melarangnya tidur di malam hari”, maka idzinkan kami memberi syafa’at (HR Ahmad, An-Nasa’i)

4. I’tikaf
Yaitu menetap di masjid untuk ibadah mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla.
Rasulullah SAW biasa beri’tikaf pada 10 terakhir bulan Ramadhan hingga Allah Ta’ala memanggilnya (meninggal)
Rasulullah bersabda:
Masjid adalah rumah setiap orang bertakwa dan bagi orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya Allah menjamin memberinya ruh, rahmat dan lolos melewati titian menuju keridhaan Alloh yaitu ke surga (HR Thabrani, Al-Bazzar)

5. Umrah
Yaitu mengunjungi Rumah Allah Ta’ala yang suci untuk thawaf dan sa’I di bulan Ramadhan karena Rasulullah bersabda:
‘Umratun fii Ramadhoona ta’dilu hujjatan ma’i
Umrah di bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku (HR Bukhori-Muslim)
Wallahu a’lam

Referensi
Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq
Minhajul Muslim karya Abu Bakr Jabir Al-Jazairi.
Meneladani Shaum Rasulullah SAW karya Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dan Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali Abdul Hamid.
Fatwa-Fatwa Terkini bab Puasa karya Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, dkk.
Ringkasan Shahih Bukhari karya M. Nashiruddin Al-Albani.

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://multazimah.blogsome.com/2007/08/03/puasa-ramadhan/trackback/

  1. mantab bos!!

    Comment by AeArc — September 4, 2009 @ 7:08 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer