Ramadhan, adakah bekasnya???
Setiap ibadah, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan dampak positif baik bagi diri maupun orang lain. Dampak positif bagi diri sendiri adalah semakin meningkatnya kedekatan kita kepada Alloh swt. Sedangkan dampak bagi orang lain adalah semakin adanya rasa aman bagi manusia lain karena keberadaan kita. Rasanya kita sangat bernilai di hadapan manusia lain. Dimana pun kita berada kita senantiasa bermanfaat bagi manusia lain. Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa Nabi saw bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya merasa selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah” (HR Bukhori).
Demikian halnya seharusnya dengan ibadah puasa yang telah kita laksanakan. Ibadah puasa kita dikatakan sukses jika bisa memberikan manfaat bagi diri dan lingkungan sekitar. Di bulan syawal ini, setidaknya kita sudah mulai mengetahui dampak dari ibadah puasa yang telah kita laksanakan.
Tradisi Idul Fitri di Indonesia
Syawal merupakan awal kita menapak kehidupan setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Di bulan kemenangan ini ummat Islam Indonesia melakukan kebiasaan / tradisi yang tidak dapat dipisahkan dengan Idul Fitri. Sehingga dalam masyarakat muncul beberapa tradisi penting yang sangat erat kaitannya dengan rangkaian idul fitri. Tradisi tersebut diberi nama dengan istilah-istilah yang berbeda, meskipun sebagian masyarakat menganggapnya sama. Adapun istilah-istilah tersebut antara lain:
1. Lebaran
Istilah lebaran muncul dari golongan Islam abangan, yaitu golongan yang secara dejure beragama Islam tetapi secara defacto mereka tidak ber-Islam atau istilah populernya Islam KTP. Mereka mentradisikan istilah ini dengan berbagai aktifitas yang muluk-muluk. Acara-acara yang dilakukan adalah sesuatu yang bernuansa pelampiasan nafsu belaka. Karena mereka selama bulan puasa merasa telah terbelenggu, terkekang, tertekan bahkan terpaksa dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa sehingga inginnya bulan puasa cepat selesai/lebar/bubar. Dengan demikian bisa dibayangkan betapa senangnya saat lebaran tiba. Tingkahnya laksana seorang narapidana yang menginginkan cepat bebas dari penjara.
Itulah gambaran orang-orang yang melaksanakan puasa tidak dengan sungguh-sungguh, sehingga mereka tidak mempunyai target Ramadhan. Mereka tidak bisa memahami makna idul fitri secara benar. Yang penting mereka senang karena banyak makan, dapat uang banyak dari para famili, baju baru dan bisa berkunjung ke tempat-tempat wisata, sehingga tidak heran saat lebaran tempat yang paling ramai adalah kebun binatang, museum, pantai, mal, dan objek wisata lainnya
2. Halal bihalal
Tradisi ini muncul dari “sebagian orang islam” yang menyadari akan pentingnya hablum minan naas disamping hablum minalloh, meskipun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan. Mereka memanfaatkan moment idul fitri sebagai sarana merekatkan ukhuwah diantara sesama muslim. Kebanyakan tradisi ini dilakukan dengan acara jabat tangan/salam-salaman baik bersama-sama dalam satu acara besar ataupun antara individu secara bergilir dari rumah ke rumah..
Dalam kenyataan dilapangan, ternyata ada berbagai cara mereka melakukan proses jabat tangan. Bagi muslim tradisional yang notabene masyarakat timur yang mendukung tradisi ketimuran, mereka sangat malu untuk berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya karena dianggap menyalahi adat dan tradisi. Demikian halnya dengan muslim yang berusaha islam, mereka cenderung menahan untuk berjabat tangan dengan lawan jenis karena takut dosa, maksiat dan ancaman Alloh swt. Tetapi bagi muslim modern, mereka cenderung berbaur antar putra dan putri, terkadang berdesak-desakan untuk saling berjabat tangan. Bahkan tidak hanya jabat tangan, ada yang saling cium pipi, berpelukan dsb, padahal mereka bukan muhrim, na’udzubillah. Yang manakah Anda???
3. Syawwalan
Istilah syawalan pada awalnya muncul dari sebagian kecil golongan yang berusaha keras mencapai target Ramadhan yaitu peningkatan iman dan taqwa setelah mereka berpuasa. Tanggal 2 s.d. 7 syawal mereka melaksanakan puasa syawal tanpa mau diganggu sehingga selama itu mereka menutup pintu. Baru setelah itu mereka merayakan acara syawalan. Acara tersebut dimaksudkan untuk menyambung idul fitri yang telah lalu. Biasanya, acara tersebut diisi dengan pengajian sekaligus wahana silaturohim bagi mereka yang tidak bisa bertemu pada hari raya idul fitri tanggal 1 syawwal.
Jadi, sebenarnya acara syawalan hanya khusus bagi mereka yang telah menunaikan puasa sunnah 6 hari di bulan syawwal. Karena acara tersebut dimaksudkan sebagai hari raya yang mereka rayakan setelah berpuasa syawwal. Maka dari itu bagi mereka yang belum/tidak melaksanakan puasa syawwal, tidak berhak baginya merayakan syawwalan
***
Dari uraian di atas, kita dapat memahami bahwa istilah lebaran, syawalan dan halal bi halal sebenarnya mempunyai makna dan essensi yang berbeda. Tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia menganggapnya sama—tidak ada perbedaan diantara ketiganya. Yang jelas, tradisi-tradisi tersebut tidak dapat dipisahkan dengan acara hari raya idul fitri. Sebenarnya idul fitri itu sangat sederhana sekali. Tetapi kebanyakan kita menganggapnya sebagai suatu hari raya yang harus mewah bahkan disakrarkan. Sehingga tradisi mudik idul fitri dianggap sebagai suatu keharusan.
Seharusnya tidak demikian, essensi dari idul fitri ada 2 hal, yaitu (1) pengungkapan rasa syukur bagi umat Islam yang berhasil dalam training Ramadhan dan (2) wahana saling mendo’akan diantara umat Islam agar ibadah yang telah dilaksanakan diterima disisi Alloh swt. Sehingga saat idul fitri kita tidak asing lagi dengan ucapan do’a sbb:
‘Iidun sa’iid(un), kullu ‘aamin wa antum bikhoir(in),
Taqobbal Allohu minna wa minkum,
Minal ‘aidin wal faizin wal maqbulin(a).
Artinya:
Selamat Idul Fitri, semoga sepanjang tahun Anda dalam kebaikan,
Semoga Alloh menerima (ibadah) kami dan kamu semua,
Dan semoga kita termasuk orang yang kembali (kepada fitroh), orang yang mendapat kebahagiaan dan orang yang terkabulkan (do’anya).
Sebenarnya ada nuansa yang sangat dalam dan indah pada kalimat tersebut. Suatu do’a yang sempurna untuk kita tujukan kepada Dzat Yang Maha Sempurna. Bukan sekedar ucapan rutinitas idul fitri yang tanpa makna. Bahkan sudah membudaya, setiap orang Islam bertemu dengan Saudaranya selalu mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal ‘aidin wal faizin (mohon maaf lahir dan batin). Padahal sebenarnya tidak sedangkal itu makna kalimat yang kita ucapkan. Memang itu tidak salah, tetapi alangkah indahnya disamping mohon maaf dan memaafkan kita juga mendo’kan Saudara kita yang baru selesai menunaikan ibadah puasa dan rangkaiannya.
Perlu diketahui bahwa tradisi idul firi seperti yang kita lakukan di Indonesia tidak pernah dilakukan oleh Rasul dan para sahabat. Itu adalah murni tradisi yang muncul sebagai produk budaya masyarakat. Karena sifatnya baru, maka kita harus pandai-pandai mensikapinya jangan sampai terjebak dalam bid’ah yang dholalah.
Atsar Ramadhan
Jika ibadah puasa kita laksanakkan dengan kesungguhan hati maka setidaknya akan ada atsar/bekas yang kita dapati setelah Ramadhan. Adapun atsar ramadhan yang setidaknya ada adalah sbb:
1.Takbir
Takbir berarti pengagungan dengan sangat kepada Alloh swt. Atau dengan kata lain takbir adalah suatu ungkapan keyakinan kita bahwa Alloh adalah satu-satunya zat yang pantas disembah. Tuhan yang esa yang menciptakan kita dari ketiadaan.
Semestinya, di bulan syawal ini kita semakin menyadari akan kebesaran Alloh dan menyadari bahwa kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah (dho’if). Tanpa hidayah dan inayah dari alloh kita tidak bisa sedikitpun memperoleh kebahagiaan, baik dunia maupun akhirat.
Ibadah puasa yang telah kita laksanakan telah melatih kita untuk mentauhidkan Alloh dalam setiap ibadah. Kita tidak beradi makan, minum, bersetubuh di siang hari dan hal-hal yang membatalkan dan merusak puasa karena ada keyakinan bahwa kita diawasi Alloh. Alloh senantiasa melihat kita di manapun kita berada. Sehingga ibadah kita di bulan itu bisa ikhlas, jauh dari kesyirikan.
Maka dari itu, dengan bekal Ramadhan kita coba untuk menerapkan aktivitas-aktivitas ke dalam bulan-bulan lain di luar Ramadhan. Di mulai dengan kalimat takbir mari kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita.
2.Zakat/shodaqoh
Jika diakhir Ramadhan kita diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk mensucikan diri, maka di bulan-bulan lain–di luar Ramadhan—kita hendaknya juga memelihara amalan zakat kita tersebut. Yaitu dengan memperbanyak shodaqoh pada setiap kesempatan, bukan hanya di bulan Ramadhan.
Ada beberapa bentuk shodaqoh yang utama, yaitu:
1.Shodaqoh sirriyah
Yaitu shodaqoh yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shodaqoh ini sangat utama karenalebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. (QS.2:271)1
2.Shodaqoh dalam kondisi sehat (HR. Bukhori dan Muslim)2
3.Shodaqoh setelah kebutuhan wajib terpenuhi (QS.2:219)3,(HR Bukhory)4
4.Shodaqoh dengan kemampuan maksimal (HR Abu Dawud)5; (HR An-Nasai, Shohihul jami’)6
5.Menafkahi anak Istri (HR Bukhory dan Muslim)7; (HR Muslim)8
6.Shodaqoh kepada kerabat (QS.90:13-16)9; (HR Ahmad, an-Nasai, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)10; (HR Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)11
7.Shodaqoh kepada tetangga (HR Muslim)12
8. Shodaqoh kepada temaan di jalan alloh (HR Muslim)13
9. Berinfaq untuk perjuangan di jalan Alloh (QS 9:41)14; (QS 49:15)15; (HR Bukhory dan Muslim)16
10. Shodaqoh jariyah (HR Muslim)17
3. Sholat iedul fitri
Sholat idul fitri hukumnya sunnah muakkad—sunnah yang dikuatkan. Rasulullah menuntunkan pelaksanaannya secara berjamaah di tempat terbuka (lapangan). Hal ini dimaksudkan agar syiar Islam terlihat dalam masyarakat.
Disunahkan pula dalam berangkat sholat Ied kita hendaknya mengambil jalan yang berbeda pada saat berangkat dan pulang. Salah satu hikmah dari ajaran ini adalah supaya kita bisa lebih banyak berjumpa dengan saudara-saudara kita sesama muslim dan saling mendoakannya.
4. Silaturohim
Islam menuntun seorang mukmin untuk menjunjung tinggi ikatan keluarga dan memandangnya sebagai upaya mencari perlindungan Alloh dari putusnya silaturohim. Dalam sebuah hadist riwayat Bukhori dan Muslim disebutkan bahwa silaturohim dapat melapangkan rizki dan memperpanjang usia18. Tidak hanya itu, silaturohim mempunyai berbagai keutamaan yang besar bagi terpeliharanya ukhuwwah islamiyyah.
Alloh swt telah memerintahkan kepada hambanya untuk senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua,karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan yang jauh, teman sejawat orang yang dalam perjalanan dan hamba sahaya19. Jadi silaturohim tidak hanya kita tujukan kepada saudara kita yang kaya saja tetapi untuk seluruh saudara kita tanpa pandang bulu. Tetapi kita sering melupakan hal tersebut.
Saat idul fitri/lebaran, yang rame adalah rumah-rumah orang kaya, para pejabat dkk. yang banyak makanannya. Sedangkan rumah-rumah si miskin, panti asuhan dsj. sangat sepi dari nuansa silaturohim. Inilah yang perlu kita rekronstruksi. Nuansa silaturohim harus sebisa mungkin dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang secara ekonomi hidup di bawah rata-rata.
Begitu pentingnya silaturohim ini sehingga Rasulullah sangat membenci orang yang memutuskan tali silaturohim. Bahkan Beliau mengabarkan bahwa mereka (orang yang memutuskan tali silaturohim) tidak akan masuk surga. Rasulullah saw bersabda, Seseorang yang memutuskan tali silaturohim tidak akan masuk surga (HR Bukhori dan Muslim)
Peningkatan ibadah setelah Ramadhan
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Ramadhan adalah suatu bentuk training(riyadhoh) terhadap diri kita agar semakin handal dalam menghadapi musuh-musuh/lawan kita dalam kehidupan. Yang namanya riyadhoh pasti akan mengantarkan orangnya menuju yang lebih baik dari sebelumnya atau denngan kata lain ada peningkatan kapabilitas dan kualitas diri
Setelah proses latihan kita lakukan maka langkah selanjutnya adalah terjun ke arena untuk bertempur. Syawwal merupakan medan awal yang harus kita lalui. Disana banyak musuh-musuh kita yang sangat ganas karena selama Ramadhan mereka dibelenggu. Di bulan syawwal ini mereka melampiaskan kemarahannya untuk menggoda kita. Mampukah kita menghadapinya?
Dengan semangat Ramadhan, seharusnya kita sudah siap menghadapinya. Kita punya senjata yang telah kita asah selama sebulan penuh yaitu sabar, ikhlas, jujur, rendah hati dan sebagainya. Tetapi perlu diingat bahwa musuh-musuh kita pun mempunyai senjata yang sangat handal untuk menggoda kita. Senjata mereka itu berupa sombong, iri, dengki, hasad, takabur, dusta dsb. Maka dari itu hendaknya kita bisa meningkatkan penghambaan kepada Alloh swt. Jangan sampai kita terlena oleh bisikan musuh kita yang senantiasa menyeru kepada kemaksiatan dan kedurhakaan.
Ada 2 point besar yang menjadi target peningkatan kita yaitu: (QS. 3:112)20
1. Hablum minalloh ikhlas, benar, ihsan, kholifatulloh
2. Hablum minan naas (QS. 3:133-135)21
- Dermawan, sabar – tidak mudah marah, pemaaf, sensitif terhadap penyimpangan pada diri
Note:
1. Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Alloh akan menghapuskan dari kamu kesalahan-kesalahanmu, dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerakan (QS.Al-Baqoroh[2]:271)
2. Shadaqoh yang palinh utama adalah engkau bershadaqoh ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, “untuk fulan sekian, untuk fulanah sekian” (HR. Bukhori dan Muslim)
3. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir, (QS.Al-Baqoroh[2]:219)
4. Tidak ada shodaqoh kecuali setelah kebutuhan wajib terpenuhi (HR Bukhori)
5. Shadaqoh yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya (HR Abu Dawud)
6. Rasul bersabda: Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham. Sahabat bertanya: Bagaimana itu terjadi wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Ada seorang yang hanya mempunyai 2 dirham lalu dia bersedekah dengan salah satu dari 2 dirham itu. Dan ada seorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya (HR An-Nasai, Shohihul jami’)
7. Seorang apabila menafkahi keluarganyadengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah (HR Bukhory dan Muslim)
8. Ada 4 dinar; satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fisabilillah dan satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu (HR Muslim)
9. (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. (QS Al Balad[90]:13-16)
10. Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah saja, sedangkan jika kepada kerabat maka ada 2 kebaikan yaitu, sedekah dan silaturohim (Ahmad, an-Nasai, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
11. Shadaqoh yang paling utama adalah kepada kepada kerabat yang memendam permusuhan (HR Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
12. Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu (HR Muslim)
13. Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seorang untuk keluarganya, dinar yang dinafkahkan seorang untuk kendaraannyan (yang digunakan) di jalan Alloh dan dinar yang dinafkahkan seorang kepada temannya fi sabilillah azza wa jalla (HR Muslim)
14. Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS At Taubah[9]:41)
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (QS Al Hujurat[49]:15)
16. Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang (HR Bukhori dan Muslim)
17. Jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendo’akannya (HR Muslim)
18. Barang siapa ingin ingin dilapangkan rizqi dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menjalin silaturohimm (HR Bukhori dan muslim)
19. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (QS An-Nisa’[4]:36)
20. Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Alloh dan kepada tali (perjanjian )dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Alloh dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Aloh dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas (QS.Ali Imron[3]:112)
21. Dan bersegeralah kepada ampunan dari tuhan kamu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumu yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan (QS.Ali Imron[3]:133-135)
Pembahasannya sangat baik, namun mungkin akan lebih baik bila mencantumkan kutipan Al’Qur’an aksara arabnya. Semoga http://www.binamuslim.com/download-gratis/ bisa membantu (lihat bagian (6) Kutipan file gif Al-Qur’an ayat demi ayat.
Comment by Arif Rahmat — October 11, 2007 @ 8:49 am