***Komitmen Muslim Sejati*** :: Renungan

***Komitmen Muslim Sejati***

January 28, 2009

INDONESIAKU: Don’t Fear To Dream, Nothing Is Impossible

Pada awal tulisan ini saya mengajak pembaca untuk memejamkan mata sejenak, tarik nafas dalam-dalam, kosongkan pikiran dan coba kembalilah pada kehidupan Anda di masa-masa yang lalu. Tengoklah ke belakang, 5, 10, 20 atau 30 tahun yang lalu. Bayangkan saat itu ibu bapak Anda bercerita tentang seputar Indonesia tercinta. Apa persepsi Anda tentang Indonesia saat itu?

Sekedar mengingat-ingat masa lalu yang mungkin saat ini masih terngiang. Hampir setiap kesempatan kita disuguhi dengan cerita-cerita indah nan memukau seputar Indonesia, tanah air tercinta. Saat menjelang tidur ibu bapak kita senantiasa menyajikan cerita pengantar tidur yang membuat terlena, bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya, subur dan makmur. Indonesia memiliki aneka hasil tambang yang berlimpah yang bisa digunakan sepanjang masa, mulai dari emas, perak, tembaga, bijih besi, timah, nikel, bauksit dan sejenisnya. Indonesia memiliki aneka obyek wisata yang menjanjikan keindahan dan kesejukan. Indonesia memiliki lautan yang sangat luas yang didalamnya terkandung berbagai hasil laut yang bernilai seperti mutiara, permata, ikan, udang, tiram, rumput laut dan semacamnya. Bumi Indonesia diliputi hutan-hutan dan aneka tumbuh-tumbuhan yang menghijau membentang dari sabang sampai merauke.

Tidak hanya itu, dalam dokumen-dokumen pendidikan di sekolah-sekolah pun kita menemukan informasi-informasi semisal yang membenarkan cerita ibu bapak kita tersebut. Semasa itu kita pasti hafal istilah zamrud khatulistiwa. Sebuah istilah untuk menggambarkan betapa indah dan kayanya nusantara. Kita juga kenal istilah negara kepulauan untuk penyebutan Indonesia karena memang secara geografis memiliki ribuan pulau. Setidaknya ada sekitar 17.504 buah pulau yang terdiri dari 7.870 pulau telah memiliki nama dan 9.634 pulau belum bernama . Saat itu tentunya tidak asing bagi kita sebuah lagu nasional karya R.Suharjo, Dari sabang sampai merauke, berjajar pulau-pulau. Sambung-menyambung menjadi satu. Itulah Indonesia. Ada lagi istilah yang sangat akrab kita dengar yaitu negara maritim yang biasa juga kita sebut negara kelautan, karena secara geografis Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas yaitu 3.257.483 km² atau 12 mil zona resmi diukur dari batas daratan Indonesia yang luasnya 1.922.570 km². Satu lagi istilah yang paling mudah “dipolitisir”, yaitu negara agraris yang menggambarkan bahwa Indonesia merupakan wilayah potensial untuk mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan.

Sekarang mari kita kembalikan memori kita pada kondisi saat ini. Benarkah Indonesia memang seperti cerita-cerita tersebut? Jika Anda menjawab salah, berarti cerita-cerita orang tua dan guru-guru kita tersebut adalah kebohongan belaka. Berarti ada kesalahan fatal dalam buku-buku referensi pendidikan di sekolah-sekolah. Jika Anda menjawab benar, tapi mengapa sekarang kita lihat Indonesia tidak seindah dalam cerita-cerita tersebut. Justru kita lihat banyak ketimpangan di sana sini. Kemiskinan dan kelaparan terjadi di mana-mana. Pengangguran telah menjadi pekerjaan tetap. Perkampungan kumuh kita jumpai di mana-mana. Hutan-hutan telah menjadi gundul. Sehingga jangan heran jika ada istilah yang sangat kontras, Kemiskinan di Zamrud Khatulistiwa

Kemana perginya keindahan aliran sungai dan samudra yang bernyanyi riang memecah kesunyian? Kemanakah gerangan bersembunyinya mutiara dan permata yang tersimpan di dasar samudra? Kemanakah gerangan larinya emas, perak, intan, tembaga dan teman-temannya dari bumi Indonesia? Kemanakah menghilangnya tanah-tanah yang subur? Kemana pula pudarnya warna hijau bumi Indonesia?. Masih pantaskah Indonesia mendapat gelar zamrud khatulistiwa?

Ironis, mungkin itulah yang terjadi dengan Indonesia saat ini. Namun bukan berarti tidak akan pernah ada perbaikan di bumi Indonesia. Kita semua yang adalah agen perbaikan itu, termasuk yang saat ini sedang membaca tulisan ini. Ada beberapa prinsif yang mesti kita tanamkan dalam diri kita dan generasi yang akan datang untuk meretas perbaikan di bumi Indinesia. Setidaknya ada tiga prinsif yang efektif, yaitu keyakinan, perubahan dan kesungguhan.

1. Keyakinan (believe)

Keyakinan adalah sumber kekuatan yang tiada batas (unlimited power) dalam diri setiap manusia. Dengan keyakinan yang mantap seseorang bisa melakukan apa saja sesuai apa yang diyakini tersebut. Bahkan hanya karena keyakinan seseorang rela mengorbankan apa saja yang dimiliki termasuk jiwanya. Keyakinan mutlak diperlukan pertama kali dalam mewujudkan perbaikan di bumi Indonesia. Sebab, keyakinan akan menumbuhkan rasa percaya diri (confidence) yang akan mengantarkan pada terpupuknya tekat dan semangat juang (spirit) yang terus berkobar.

Indonesia saat ini memiliki jutaan manusia yang potensial untuk perbaikan. Hanya saja potensi mereka masih belum ”dimunculkan”. Mereka laksana singa yang masih tertidur. Untuk membangunkan singa tersebut tidak mudah, perlu power yang besar. Pertama, harus diyakini bahwa kita adalah bangsa yang merdeka baik secara fisik maupun mental. Kemerdekaan yang kita miliki bukan hanya sekedar kamuflase, tetapi sebuah kekuatan yang dahsyat. Keyakinan akan kemerdekaan harus bisa menumbuhkan semangat untuk senantiasa melawan segala bentuk penjajahan, berupa penjajahan ideologi, politik, ekonomi kapitalis, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Kita adalah bangsa yang merdeka, yang mempunyai kedudukan sejajar dengan negara-negara besar semisal Amerika, German, Inggris, Belanda, Jepang dan lainnya. Oleh karena itu tidak ada alasan sedikitpun bagi bangsa Indonesia mengorbankan kemerdekaan demi keuntungan para kapitalis dunia.

Kedua, kita harus yakin bahwa bangsa Indonesia mempunyai potensi yang sangat luar biasa, baik potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Semua potensi tersebut adalah asset yang tidak boleh kita gadaikan untuk mengeruk keuntungan semu (apparent profit) dengan mengorbankan masa depan bangsa dan negara. Maka dari itu tidak dibenarkan bagi bangsa Indonesia melakukan pengkerdilan ilmuwan, penjualan aset-aset strategis negara, eksploitasi tenaga-tenaga kerja wanita dan pembodohan masyarakat. Kita harus percaya diri dengan potensi yang kita miliki untuk kemudian mengoptimalkannya untuk menyongsong perbaikan Indonesia.

Ketiga, harus diyakinkan dalam diri bahwa tiada yang mustahil di dunia ini (nothing is impossible). Oleh karena itu jangan sekali-kali takut untuk ”bermimpi”, don’t fear to dream, karena boleh jadi mimpi tersebut tidak mustahil akan terwujud. Mari kita senantiasa memimpikan Indonesia ke depan yang lebih baik.

2. Perubahan (change)

Ada sebuah ungkapan yang cukup menarik untuk kita renungkan. ”Setiap perubahan tidak selalu menuju pada perbaikan, tetapi setiap perbaikan dimulai dari perubahan”. Perubahan ke arah yang lebih baik, itulah yang kita harapkan untuk bangsa ini. Bukan justru perubahan ke arah yang lebih buruk dari saat ini. Mungkinkah itu bisa terwujud? Jawabnya sangat mungkin karena nothing is impossible. Hanya saja, apa peran yang bisa kita sumbangkan untuk perbaikan tersebut? Akankah kita jadi ”pemain” atau cukup sebagai ”penonton”? Itu pilihan dan kita bebas memilihnya.

Kembali ke permasalahan, bahwa perbaikan Indonesia yang kita cita-citakan senantiasa dimulai dari perubahan. Jika kita telah membulatkan tekat memilih menjadi pemain, maka tidak boleh tidak kita harus melakukan perubahan. Langkah pertama untuk melakukan perubahan adalah dengan memperbaiki paradigma berpikir, menggeser atau bahkan merubahnya. Kebanyakan kita berpandangan bahwa memperbaiki negeri ini adalah tugas pemerintah saja bukan tugas kita. Inilah paradigma yang salah, yang mesti kita geser. Perbaikan negeri ini adalah tugas kita semua karena itu merupakan percerminan dari cinta tanah air. Bukankah cinta tanah air adalah bagian dari iman?

Ada juga sebagian kita yang memandang bahwa selamanya Indonesia tidak akan pernah bisa diperbaiki, tidak ada harapan lagi untuk kejayaan Indonesia. Siapa yang bilang? Ada lagi yang senantiasa puas dengan ”kenyamanan” semu yang mereka rasakan saat ini sehingga tidak ada kemauan untuk merubah diri padahal sebenarnya mereka tertekan kebebasannya. Paradigma-paradigma semacam itulah yang saat ini membelenggu bangsa kita sehingga perbaikan yang diimpikan menjadi semakin jauh.

Langkah berikutnya adalah adanya kemauan menerima perbedaan. Kita sadar bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, suku dan ras. Itu semua adalah perbedaan yang riil kita temui di sekitar kita. Perbedaan itu ada bukan untuk saling menjelekkan atau mengunggulkan kelompoknya masing-masing, tetapi perbedaan yang ada justru untuk dianyam menjadi ikatan yang kokoh untuk mewujudkan perbaikan di bumi Indonesia. Tidak ada tempat bagi nurani kita memperturutkan nafsu keangkuhan dan menganggap diri kita yang paling benar. Jika perbedaan yang ada tidak bisa kita terima secara sadar maka sampai kapanpun perubahan tidak akan pernah terwujud, apalagi perbaikan Indonesia.

3. Kesungguhan (seriousness)

Setelah keyakinan dan perubahan menyatu dalam diri (build-in) maka harus ditopang dengan kesungguhan (seriousness). Keyakinan tanpa perubahan adalah sebuah angan-angan kosong. Sedangkan keyakinan dan perubahan tanpa adanya kesungguhan adalah laksanan sebuah kesia-siaan yang akan hilang di tengah jalan. Jalan kita menuju perbaikan amatlah panjang. Diperlukan kesungguhan yang tinggi untuk meraihnya.

Sebagai bangsa Indonesia yang senantiasa menghendaki perbaikan, maka sudah sepantasnya kita bersungguh-sungguh ikut menjadi ”pemain” dalam mengupayakan perbaikan tersebut. Kesungguhan bisa kita mulai dari hal-hal yang kecil yang ada disekitar kita. Kesungguhan memperbaiki diri, memperbaiki keluarga dan mendidik anak adalah bagian dari proyek besar perbaikan Indonesia ke depan. Kemudian dilanjutkan sedikit-demi sedikit memperbaiki masyarakat, bangsa dan negara. Tugas kita sebagai generasi muda masih sangat banyak. Diantaranya, menghijaukan bumi Indonesia dari kegersangan, menjaga mutiara dan permata di lautan Indonesai yang luas terbantang, mengembalikan hasil-hasil tambang bumi Indonesai untuk kemakmuran rakyat Indonesia bukan untuk para penjajah ekonomi, menyuburkan kembali tanah-tanah pertanian dan mengembalikannya kepada para petani agar mereka bahagia dengannya, mengembalikan aset-aset strategis negara yang saat ini pergi entah kemana, mengembalikan gelar Indonesia menjadi zamrud khatulistiwa. Sehingga tiada lagi kita dengar adanya kemiskinan di zamrud khatulistiwa.

Keyakinan, perubahan dan kesungguhan itulah modal dasar kita untuk mewujudkan perbaikan di negeri ini. Mari kita bulatkan tekat, eratkan tangan, satukan langkah menuju mimpi besar kita, INDONESIA ADIL SEJAHTERA

October 21, 2008

Manajemen Raih Surga

Rasulullah SAW bersabda, Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan (masuk surga) oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Demikian engkau, wahai Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab: Ya, demikian halnya aku, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar (more…)

April 8, 2008

Rambu-rambu Pergaulan

Sadar atau tidak, kita dihadapkan pada permasalahan yang cukup serius. Permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata atau bahkan dianggap angin lalu. Permasalahan itu tak lain adalah tentang pergaulan antar ikhwan dan akhwat (baca pria dan wanita). Saya katakan cukup serius karena permasalahan tersebut menyangkut masalah akhlaq (baca moral). Dan akhlaq sangat erat kaitannya dengan peradaban. Apabila akhlaq penduduk suatu negara rusak maka pada hakikatnya bangsa itu adalah bangsa yang tidak beradab. Karena begitu pentingnya masalah akhlaq ini, maka jauh-jauh hari Allah mengutus Rasulnya tidak lain hanya untuk memperbaiki akhlaqnya. ”Dan tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”. Begitulah Rasululah memberikan penegasan kepada umatnya. (more…)

Saudariku…..!

Wahai Saudariku…
Sungguh engkau, wanita muslimah, makhluk mulia yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap muslim. Engkaulah sekolah pertama di dalam membangun masyarakat yang shalih jika engkau berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Karena berpegang teguh kepada kedua sumber itu dapat menjauhkan setiap muslim laki-laki dan wanita dari kesesatan di dalam segala sesuatu. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya” [Diriwayatkan Imam Malik didalam Kitab Al-Muwaththa] (more…)

March 29, 2008

Muhasabah Harian Seorang Muslim

1. Apakah anda setiap hari selalu shalat shubuh berjamaah di masjid ? (bagi ikhwan) (more…)

January 25, 2008

Memahami Makna Hijrah

Hampir dapat dipastikan, tidak ada kesuksesan tanpa sebuah prinsip. Betapapun rapinya suatu program, jika tanpa ada prinsip yang dijadikan pedoman maka tidak akan dicapai hasil yang memuaskan. Bahkan boleh jadi semuanya akan kacau tak terarah. Demikian halnya dengan program hidup manusia, mutlak memerlukan prinsip yang diharapkan menjadi dasar dalam berbuat untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan. Supaya semua itu dapat tercapai, maka prinsip hidup yang telah diyakini harus senantiasa dijaga, dipelihara, dilestarikan dan dipertahankan sampai akhir hayat manusia. (more…)

December 31, 2007

Sebuah Kisah CINTA SEJATI

CINTA PUTRI AELIA

Bulan Andimarsedonia

Pada suatu masa, sebuah kerjaan kecil berdiri dengan sangat makmur dan damai.Walau kerajaan ini kecil, karena kekayaannya ia sagat disegani dan dihormati oleh kerajaan-kerajaan tetangganya. Kerajaan ini bernama Andimarsedonia. Andimarsedonia dipimpin oleh seorang raja yang masih muda tapi bijaksana dalam bernegara, beliau memiliki seorang permaisuri dan seorang adik yang bernama Putri Aelia.
Putri Aelia dikenal sebagai Bulan dari Andimarsedonia, karena dia berparas sangat rupawan, kulitnya putih dan bersinar, bibirnya semerah darah dengan senyum yang sangat merekah, suaranya sangat merdu dan lemah lembut, rambutnya yang panjang sehitam arang, tubuhnya harum seharum melati. (more…)

December 6, 2007

Satu tahun sudah ……

Assalamu’alaikum

Pa kabar semua? Moga kita semua dalam keadaan sehat wal afiyat dalam lindunganNya, amiiin…. Alhamdulillah bisa kembali bersua dengan para pembaca yang baik hati dan tidak sombong. Sebelumnya maaf ya, kalo tulisan2 yang ada di blog ini kurang berkenan di hati Anda semua. Mungkin ada tulisan yg menyinggung, menggurui, meremehkan atau apalah….. Please, maapin ya! Yach, sepandai-pandai tupai melompat sekali waktu jatuh juga. Apalagi diriku ini yg pandai nggak, pinter juga nggak, hehehehe…… Pasti dech banyak tulisan yg salah, apalagi nulisnya sambil ‘merenung’. (more…)

November 23, 2007

Pola Pikir

Pola pikir seseorang sangat dipengaruhi oleh intensitas informasi yang didapat. Baik informasi yang dilihat, didengar, dikhayalkan dan dipikirkan. Sampai akhirnya semua informasi tersebut akan terekam dalam memori yang selanjutnya bisa merubah pola pikir dan karakter. (more…)

November 13, 2007

Suara Hati Seorang Ikhwan

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku (more…)

November 3, 2007

Kenangan dan Harapan

Assalamu’alaikum
Innal hamda lillah, nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghfiruhu wa na’udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyiati a’maalina. Man yahdillahu falaa mudhillahu wa man yudhlilhu falaa haadiyallahu. asyhadu an laa ilaha illaLLah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Amma ba’du, (more…)

August 3, 2007

Bersedia….. SIAP…… !!!

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah, Tuhan seru sekalian alam. KepunyaanNya lah apa-apa yang ada di langit dan di bumi dan di antara keduanya. Subhanallah, hanya Dialah Tuhan yang esa, Tuhan tempat bergantung, Tuhan yang tidak beranak dan diperanakkan, dan tidak ada suatupun yang serupa denganNya. Maka mari kita sadar tidak pantas sedikitpun pujian bagi kita hamba yang amat sangat lemah. (more…)

May 26, 2007

Subhaanallah

Tepat pukul enam pagi, Garuda 202 mulai terbang menembus angkasa yang masih dipenuhi kabut tipis. Garuda tersebut menerbangkan jiwa-jiwa yang penuh harap. Berharap segera sampai titik tujuan dengan selamat. Termasuk diriku yang sedikit cemas dan was-was….. maklum ini adalah kali pertama aku bisa terbang bersama Garuda. Yach angan-angan yang waktu kecil pernah mampir di hatiku, kini terpenuhi juga. Kini tidak cuman cerita, aku benar-benar naik Garuda. (more…)

May 22, 2007

Tidzkaaru As-sanawiy

Atas kehendak dan kuasa Allah lahirlah seorang hamba ke dunia fana ini. Dunia yang sangat asing baginya, dunia yang sangat gelap. Dalam keterasingan dan kegelapan itu, ia coba menapak dengan kaki yang begitu lemah, dengan tangan yang begitu rapuh, dengan tubuh yang begitu dho’if. Meskipun demikian ia tetap tegar walau kadang jiwanya goncang, hatinya gundah dan gelisah. Kadang juga ia merasa putus asa tak punya harapan. (more…)

April 14, 2007

“Masyithah” masih adakah ia sekarang???

Masyithah??? siapa dia? Dia adalah wanita tukang sisir putri Fir’aun. Lalu apa yang hebat dari sosok wanita tukang sisir seperti dia??? Adakah yang istimewa??? Mari kita simak kisah hidupnya, renungkan dan resapi dalam lubuk hatimu yang paling dalam……. (more…)

April 12, 2007

Dosa itu apa sich???

Spesial buat saya sendiri

Maaf, sorry, afwan katsiir, asiif jiddan atau apalah……… dah lama tidak menjumpai Saudara/i yg tetap tegar di jalan dakwah. Soalnya sibuk ngrancang pabrik Solar Cells. Mhn do’anya ya……! Apa kabar dakwah hari ini? Masih istiqomah kan? Alhamdulillah, semoga kita semua senantiasa dalam Rahmat dan RidhoNya, aamiiin…..
Mungkin Saudara/i kali ini bisa membantu ’saya yg masih belum sadar kalo banyak dosa’ (more…)

March 2, 2007

Ainul Mardhiyah

Ainul Mardiyah…??? Apa sich…?? Bidadari Syurga begitu banyak orang nyebut… Waduh…bidadari ya, nikmat sekali dengerin kata itu, apalagi melihat, ketemu dan ….. wuih kayak apa ya nikmatnya???? Siapa orangnya yg gak kepingin bersanding dengan bidadari surga. Tapi bisakah kita semua memilikinya kelak??? Maaf ya buat yg multazimah (maaf ane ganti istilah akhwat dgn multazimah, biar gak rancu). Tapi gak perlu kuatir, jadilah dirimu bidadari-bidadari yg lebih indah dari ainul mardiyah. Yach…. bidadari yang kan menemani suami-suami kalian dari dunia ampe syurga. Buatlah bidadari syurga itu cemburu pada dirimu, okey??? (more…)

Wanita Sholehah: Bidadari Syurga Terindah

***
Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya
Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga
Terindah dari yang ada
(hanan)
***

(more…)

Lowongan

“Dari waktu ke waktu berita kematian terdengar dimana-mana. Berita itu akhirnya jadi biasa di telinga, hati juga pikiran. Marilah sejenak berpikir tentang berita ini. Jika yang mati itu orang-orang biasa seperti saya, hanya orang awam. Tentu kematianku tak banyak arti dan pengaruhnya. (more…)

February 23, 2007

Rumah Kepribadian

Telah kita ketahui bersama bahwa proses penciptaan manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmani dan rohani. Kedua unsur tersebut akan membangun suatu sistem kompleks menjadi “manusia seutuhnya”, yaitu manusia yang mempunyai keseimbangan lahir dan batin. Jasmani adalah unsur manusia yang membutuhkan fasilitas berupa materi seperti tempat, makan, minum, pakaian, obat-obatan dan sebagainya. Lebih sepesifik lagi, jasmani membutuhkan tempat untuk bernaung dari ganasnya alam. Dengan tempat tersebut jasmani dapat eksis menjalankan fungsi-fungsi sebagai bagian dari manusia itu sendiri. (more…)

February 1, 2007

Apa kata mereka tentang CINTA…?

Cinta

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat…… (more…)

Benarkah Anda Mencintai-Nya…???

Saudara
Bagaimana Anda mencintai Allah sedang malam dan siang engkau menantang-Nya?
Bagaimana Engkau mencintai Allah sedang berulang-ulang engkau mengundang kemurkaan-Nya dan mendurhakai-Nya?
Bagaimana Engkau mengaku cinta kepada Allah sedang jalan menuju masjidpun engkau tidak mengetahuinya
Bagaimana Engkau mencintai Allah padahal engkau mencintai musuh-musuh-Nya dan membanggakan mereka? (more…)

“Detik-detik Terakhir Saat Sang Kekasih Tiada”

Kata Ibnu Mas’ud: “Tatkala Rasullulah s.a.w., telah mendekati ajalnya Beliau mengumpulkan kami sekalian di kediaman Aisyah ra. Kemudian beliau memperhatikan kami sekalian sehingga berderailah air matanya dan,
Beliau bersabda: (more…)

Memberi

Cobalah untuk mengawali suatu hari Anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang mungkin tak terlalu berharga di mata Anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa uang receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan; DIBERIKAN. (more…)

Are you my FRIEND

What is a FRIEND???

FAithful
A friend is always faithful to you, even during the bad times. (more…)

January 18, 2007

Selamat Tahun Baru 1428 H

Muharram telah menyambut kita. Begitu mesra penuh optimis ia menyapa kita. Dengan penuh senyum ia katakan:

Welcome …….
Ahlan wa sahlan …….
Selamat datang ……

Wahai hamba yang penuh harapan. Harapan tuk selalu mendapat Ridho-Nya

Bagimana dengan kita? Apakah sudah siap memasuki pintunya?

Apapun, dimanapun dan siapapun diri kita pasti ingin lebih baik dari pada tahun lalu. Kita tahu ada 3 momen waktu yang selalu mengiringi perjalanan hidup manusia, masa lalu, saat ini, dan masa depan atau kemarin, sekarang dan esok hari. Masa lalu biarlah berlalu karena ia tak akan pernah kembali. Apapun yang menimpa kita di masa lalu tak kan pernah bisa kita ubah. Kesempatan yang kita sia-siakan  tak akan pernah kembali. Amanah waktu di masa lalu tak bisa kita minta kembali. Mari kita jadikan semua yang berlalu dari kita, sebagai bahan instropeksi dan muhasabah. Kita ambil semua itu untuk perbaikan di waktu yang akan datang.

Apa yang telah kita perbuat tahun lalu?

Bagimana dengan sholat kita, puasa kita, zakat kita dan seluruh ibadah kita?

Saat Allah dan para malaikat turun ke bumi mengunjungi hamba-hambaNya yang bermunajat, berdo’a dan mohon ampun, sedang apa diri kita?

Saat adzan berkumandang kemana kita melangkahkan kaki?

Saat kita ditimpa masibah, apa yang kita lakukan?

Saat kita diberi nikmat oleh Allah, apa yang kita lakukan?

Berapa ayat Al-Qur’an tiap hari kita baca?

Berapa banyak kita sebut asma Allah dalam dzikir?

Berapa banyak kita baca sholawat atas Nabi Muhammad SAW?

Berapa banyak kita berpuasa sunnah dalam sebulan?
Berapa banyak shodaqoh yang kita berikan pada yang berhak?
Berapa sering kita mengkaji ilmu-ilmu Allah dalam majlis ta’lim?

Sudahkah kita memberikan manfaat bagi Saudara-saudara kita?

Sudahkan kita persiapkan masa depan kita yang sebenrnya?

Masa depan adalah sesuatu yang ghaib. Siapapun kita tidak akan pernah mengetahui masa itu. Tahun depan, bulan depan, esok hari bahkan sedetik kemudian kita tidak pernah sanggup mengetahui apa yang akan kita alami

Waktu kita yang sebenarnya adalah hari ini, saat ini, detik ini. Itulah milik kita, yang telah diamanahkan oleh  Sang Pemilik Waktu kepada kita. Sungguh rugi besar jika kita selalu sia-siakan waktu kita.

Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia adalah orang yang celaka, barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin maka ia adalah orang yang rugi dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka ia adalah orang yang beruntung.

Selamat Tahun Baru 1428 H…… Semoga kita menjadi lebih baik. Taqobbal Allahu minna wa minkum, sholatana wa sholatakum, shiyamana wa shiyamakum, kulla ibadatina wa kulla ibadatikum. Kullu ‘ammin wa antum bikhoir

Muhamad Mujari < arieatsari@gmail.com > <1 Muharram 1428H>

January 16, 2007

Siapa paling Jelek???

Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus.", kata Kyai.
"Baik pak Kyai, apa pertanyaannya?"
"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari.", jawab Kyai.
Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.
Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, "Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus." Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah SWT memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah. Dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah, bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.
Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dan sebagainya. Santri bergumam, "Ketemu sekarang yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi." Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat. Kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka. Aku tidak lebih baik dari anjing itu."
Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku?"
"Sudah guru", santri menjawab. "Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru."
Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus."
Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/makhluk lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yang sama-sama ciptaan Allah SWT. www.kotasantri.com






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer